Breaking News
Live Update Berita Terkini

Hanura Dorong Sistem Pemilu yang Beri Peluang Lebih Besar bagi Caleg Berkualitas

Selasa, 11 Agu 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) atau Task Force DPP Partai Hanura sekaligus Wakil Ketua Umum Hanura Patrice Rio Capella memberikan arahan dalam konsolidasi Tim Task Force di Kepulauan Riau, Selasa (11/8/2026). ANTARA/HO-Hanura
Dengarkan dgn suara Siap
3.7K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menilai sistem pemilu perlu memberikan kesempatan yang lebih adil bagi calon legislatif (caleg) berkualitas agar tidak tersingkir hanya karena keterbatasan modal politik dan finansial.

Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) DPP Partai Hanura sekaligus Wakil Ketua Umum Hanura, Patrice Rio Capella, mengatakan persaingan dalam pemilu saat ini masih sangat dipengaruhi oleh kekuatan modal, sehingga kader yang memiliki kapasitas dan pengalaman politik sering kali kalah bersaing dengan calon yang memiliki dukungan finansial lebih besar.

“Sering kali kader yang memiliki rekam jejak baik, aktif membesarkan partai, dan memiliki kapasitas justru kalah karena faktor modal,” kata Rio usai menghadiri konsolidasi Tim Task Force Hanura di Batam, Kepulauan Riau, Selasa.

Menurut Rio, kondisi tersebut berpotensi mengurangi peluang kader partai yang telah melalui proses kaderisasi dan berkontribusi dalam membangun organisasi politik untuk memperoleh kursi legislatif.

Karena itu, Hanura memandang partai politik perlu memiliki peran yang lebih besar dalam menentukan calon-calon yang layak diusung berdasarkan kualitas, kompetensi, dan pengabdiannya kepada partai.

Ia menilai sistem pemilu yang menggabungkan mekanisme proporsional tertutup dan proporsional terbuka dapat menjadi solusi. Melalui sistem tersebut, partai tetap memiliki ruang untuk mengutamakan kader terbaik, sementara caleg juga dapat bersaing melalui perolehan suara terbanyak.

“Partai harus diberi kesempatan untuk mengedepankan kader-kader berkualitas. Namun di sisi lain, peluang bagi calon yang memperoleh dukungan suara besar dari masyarakat juga tetap harus terbuka,” ujarnya.

Rio menambahkan, mekanisme tersebut dapat mendorong budaya politik yang lebih sehat karena kader akan termotivasi untuk terlebih dahulu membesarkan partai sebelum maju sebagai calon legislatif.

Menurutnya, sistem yang memberikan penghargaan kepada kader yang aktif membangun partai akan memperkuat proses kaderisasi sekaligus meningkatkan kualitas wakil rakyat yang terpilih.

Hanura berharap pembahasan terkait sistem pemilu ke depan dapat menghasilkan mekanisme yang lebih berimbang antara peran partai politik dan aspirasi pemilih, sehingga kualitas demokrasi Indonesia semakin meningkat.

No More Posts Available.

No more pages to load.