Breaking News
Live Update Berita Terkini

OJK: Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 Lampaui Target RPJMN

Senin, 10 Agu 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 yang menunjukkan indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, di Jakarta, Senin (10/8/2026). ANTARA/Bayu Saputra.
Dengarkan dgn suara Siap
1.6K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan bahwa tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia pada 2026 telah melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan mencapai 69,57 persen, sementara indeks inklusi keuangan tercatat sebesar 93,61 persen.

Angka tersebut melampaui target RPJMN yang menetapkan indeks literasi keuangan sebesar 69,35 persen dan indeks inklusi keuangan sebesar 93 persen.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan capaian tersebut menunjukkan peningkatan pemahaman dan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

“Jika dibandingkan dengan standar negara-negara OECD, capaian literasi keuangan Indonesia sudah sangat baik dan telah melampaui target RPJMN yang ditetapkan pemerintah,” kata Friderica dalam konferensi pers hasil SNLIK 2026 di Jakarta, Senin (10/8).

Survei tersebut dilakukan melalui kerja sama antara Badan Pusat Statistik (BPS), OJK, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Pendataan berlangsung pada 26 Januari hingga 18 Februari 2026 dengan melibatkan 75.000 responden yang tersebar di 38 provinsi serta 514 kabupaten dan kota.

Proses pengumpulan data menggunakan metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) melalui aplikasi FASIH Mobile.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat perkotaan masih lebih tinggi dibandingkan wilayah perdesaan.

Berdasarkan hasil survei, indeks literasi keuangan di wilayah perkotaan mencapai 72,54 persen, sedangkan di perdesaan sebesar 64,42 persen.

Sementara itu, indeks inklusi keuangan masyarakat perkotaan tercatat 95,47 persen dan perdesaan sebesar 90,39 persen.

“Indeks inklusi keuangan di perkotaan maupun perdesaan sama-sama mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan di wilayah perkotaan mencapai 0,99 poin persentase, sedangkan di perdesaan naik 0,36 poin persentase,” ujar Amalia.

Dari sisi gender, indeks literasi keuangan laki-laki tercatat sebesar 69,61 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan perempuan yang mencapai 69,54 persen.

Untuk indeks inklusi keuangan, laki-laki mencatat angka 93,73 persen, sementara perempuan sebesar 93,49 persen.

Survei juga menunjukkan tingkat literasi keuangan konvensional mencapai 69,57 persen. Adapun literasi keuangan syariah tercatat sebesar 43,07 persen, yang menunjukkan masih adanya ruang peningkatan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan berbasis syariah.

OJK menilai capaian tersebut menjadi indikator positif dalam mendukung penguatan sektor keuangan nasional sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan formal.

No More Posts Available.

No more pages to load.