Breaking News
Live Update Berita Terkini

Trump Tak khawatirkan Penolakan Netanyahu Terkait Perdamaian Gaza

Senin, 10 Agu 2026
Editor: Jamalul Insan
Arsip: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bercengkrama bersama Presiden AS Donald Trump di Halaman Selatan Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, Selasa (15/9/2020), setelah penandatanganan dokumen Abraham Accords, yang menormalisasi hubungan antara Israel dan sejumlah negara tetangga Timur Tengah, dalam penyelarasan strategis negara-negara Timur Tengah untuk melawan Iran. REUTERS/Tom Brenner/AWW/djo
Dengarkan dgn suara Siap
1.6K pembaca
WASHINGTON  (Kabarpublik.id) – Pemerintahan Presiden AS Donald Trump tidak mengkhawatirkan penolakan Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu terhadap rencana Gaza dan menilainya sebagai bagian dari kampanye politik Israel, Axios melaporkan.

“Kami memahami kebutuhan politik Bibi. Kami tidak mempermasalahkannya selama dia terus melakukan apa yang kami minta, terutama terkait pembatasan serangan di Gaza,” kata pejabat Gedung Putih seperti dikutip Axios.

Pada Minggu, Netanyahu mengumumkan bahwa Israel menolak rencana 15 poin Dewan Perdamaian untuk Jalur Gaza. Ia menegaskan militer Israel tidak akan meninggalkan wilayah tersebut sebelum Hamas dilucuti sepenuhnya.

Menurut The New York Times, pejabat Hamas meyakini Israel masih bekerja sama dengan Dewan Perdamaian terkait Gaza. Menurut pejabat tersebut, Netanyahu berbicara melalui telepon dengan utusan khusus Trump, Jared Kushner, pada pekan lalu. Netanyahu berjanji memberi kesempatan pada rencana 15 poin itu meski skeptis.

Netanyahu juga berjanji membatasi serangan terhadap Gaza agar proses demiliterisasi dapat dimulai, menurut pejabat tersebut.

Pada 9 Oktober 2025, Israel dan Hamas, dengan mediasi Mesir, Qatar, Amerika Serikat, dan Turkiye, sepakat menjalankan tahap pertama rencana perdamaian yang diajukan Presiden AS Donald Trump.

Gencatan senjata di Gaza mulai berlaku pada hari berikutnya. Berdasarkan kesepakatan tersebut, pasukan Israel mundur ke wilayah yang disebut “garis kuning”.

Namun, Israel masih mempertahankan kendali atas lebih dari 50 persen wilayah Jalur Gaza setelah penarikan tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti (ant)

No More Posts Available.

No more pages to load.