Breaking News
Live Update Berita Terkini

Fadli Zon Dukung Prof. Achmad Mochtar Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional

Rabu, 5 Agu 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Arsip foto - Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kanan) mengamati koleksi keramik yang dipamerkan saat peresmian Museum Sriwijaya Dharmakirti di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarajambi, Muaro Jambi, Jambi, Jumat (31/7/2026). Museum yang dibangun di atas lahan seluas 29 hektare yang memiliki belasan koleksi arca, seratusan keramik kuno dan benda-benda cagar budaya lainnya yang ditemukan di sejumlah situs percandian setempat itu resmi dipamerkan, dan akan dibuka untuk umum dalam waktu dekat. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/YU (ANTARA FOTO/WAHDI SEPTIAWAN)
Dengarkan dgn suara Siap
12.6K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan dukungannya terhadap pengusulan Prof. Dr. Achmad Mochtar sebagai Pahlawan Nasional. Menurutnya, ilmuwan dan dokter tersebut memiliki jasa besar bagi bangsa Indonesia, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan dan kedokteran.

Fadli Zon menilai pengabdian Achmad Mochtar layak mendapat penghargaan tertinggi dari negara karena keberanian dan integritasnya pada masa pendudukan Jepang.

“Saya sangat mendukung pengusulan Prof. Dr. Achmad Mochtar sebagai Pahlawan Nasional. Jasa dan pengabdiannya sangat luar biasa. Dalam situasi yang sulit, beliau tetap mempertahankan prinsip dan pendiriannya meski harus mempertaruhkan nyawa,” kata Fadli Zon di Jakarta, Rabu (5/8).

Menurutnya, sejarah perjuangan bangsa tidak hanya ditorehkan melalui perlawanan fisik, politik, atau diplomasi, tetapi juga melalui kontribusi besar di bidang ilmu pengetahuan. Achmad Mochtar dinilai menjadi salah satu tokoh penting yang memberikan sumbangsih besar bagi perkembangan ilmu kedokteran di Indonesia.

Achmad Mochtar dikenal sebagai dokter sekaligus Kepala Lembaga Eijkman pada masa pendudukan Jepang. Dalam menjalankan tugasnya, ia menunjukkan keberanian luar biasa dengan melindungi rekan-rekan sejawatnya meski harus menghadapi risiko besar terhadap keselamatan dirinya.

“Beliau bukan hanya seorang ilmuwan, tetapi juga sosok yang memiliki keberanian moral. Pengorbanannya untuk melindungi rekan-rekan sejawat merupakan tindakan heroik yang patut dikenang,” ujar Fadli.

Menteri Kebudayaan juga mengapresiasi para akademisi, sejarawan, serta Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang menginisiasi pengusulan Achmad Mochtar sebagai Pahlawan Nasional.

Fadli meyakini usulan tersebut sejalan dengan semangat pemerintah untuk menghadirkan lebih banyak tokoh inspiratif dari berbagai bidang sebagai teladan bagi generasi muda Indonesia.

Achmad Mochtar sebelumnya telah menerima penghargaan Bintang Jasa Nararya. Namanya juga diabadikan sebagai nama rumah sakit di Bukittinggi, Sumatera Barat, sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya di bidang kesehatan dan ilmu pengetahuan.

Menurut Fadli, perjuangan dan pengorbanan Achmad Mochtar layak mendapatkan pengakuan yang lebih tinggi melalui gelar Pahlawan Nasional. Penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan negara, tetapi juga dapat menginspirasi generasi muda untuk berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan kepentingan bangsa.

Ia berharap keteladanan Achmad Mochtar dapat mendorong lahirnya lebih banyak tokoh yang mengabdikan diri untuk kemajuan Indonesia melalui pendidikan, penelitian, dan inovasi.

No More Posts Available.

No more pages to load.