Breaking News
Live Update Berita Terkini

Warga Serang Lestarikan Tradisi “Panjang Mulud”

Minggu, 9 Agu 2026
Editor: Jamalul Insan
Warga membuat panjang mulud menyambut perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Pekijing, Kota Serang, Banten, Sabtu. ANTARA/Desi Purnama Sari
Dengarkan dgn suara Siap
1.3K pembaca

SERANG  (Kabarpublik.id) – Masyarakat Kampung Pekijing, Kelurahan Kalanganyar, Kota Serang, Banten, antusias menyambut perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan melestarikan tradisi pembuatan kerajinan “Panjang Mulud” secara bergotong royong.

Salah seorang warga Kampung Pekijing, Satibi, di Serang, Sabtu, mengatakan bahwa proses pembuatan Panjang Mulud memakan waktu sekitar satu bulan dan dikerjakan bersama-sama oleh warga. Tingginya semangat kebersamaan di kampung tersebut bahkan diikat dengan sebuah aturan swadaya masyarakat.

“Bikin nya gotong royong setiap malam. Kalau ada warga yang tidak ikut bergotong royong, akan dikenakan denda Rp20.000,” kata Satibi.

Lebih lanjut Satibi menjelaskan, ukuran dan kemegahan kerajinan yang dibuat sangat bergantung pada ketersediaan dana dari masyarakat. Tahun ini, proses produksi Panjang Mulud di wilayahnya menghabiskan bahan baku hingga lima kubik.

Kerajinan hiasan yang didominasi bentuk satwa seperti macan dan kuda tersebut telah menjadi tradisi warga setempat yang terus dirawat sejak tujuh tahun terakhir.

Setelah selesai dibuat, kerajinan Panjang Mulud tersebut akan diprioritaskan terlebih dahulu untuk kebutuhan perayaan warga setempat. Sisa kerajinan yang tidak terpakai kemudian dijual kepada masyarakat luas dengan harga yang bervariasi.

Satibi menyebutkan, harga Panjang Mulud di banderol mulai dari Rp200.000 untuk ukuran paling kecil, Rp350.000 untuk ukuran sedang, hingga Rp500.000 untuk ukuran yang paling besar.

“Meski tidak banyak yang memesan dari jauh hari, biasanya kerajinan ini habis dibeli secara berurutan oleh warga dari luar daerah yang datang melihat langsung, seperti dari wilayah Ciomas,” tambahnya.

Tradisi ini tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang nyata dari masyarakat dan kembali untuk masyarakat. Hasil penjualan Panjang Mulud sepenuhnya disumbangkan untuk mengisi kas masjid setempat, serta disimpan sebagai modal pembuatan kerajinan pada perayaan Maulid Nabi di tahun berikutnya. (ant)

No More Posts Available.

No more pages to load.