Laporan : Tim Kabar Publik
Editor : Mahmud Marhaba
KOTA GORONTALO (KP) – Wadah Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) diharapkan turut meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pencegahan dan perlindungan anak agar tumbuh bahagia dan mendapatkan hak-haknya. Olehnya, pencegahan tindak kekerasan terhadap anak membutuhkan keterlibatan semua pihak.
Nulika Melati, Kepala Dinas PPKB-P3A saat diwawancarai Senin (17/9/2018) mengatakan, saat ini di seluruh kecamatan di Kota Gorontalo telah terbentuk PATBM. Diharapkan melalui PATBM, masyarakat mampu mengenali, menelaah dan mengambil inisiatif untuk mencegah dan memecahkan permasalahan kekerasan terhadap anak yang ada di lingkungannya.
“Anak-anak harus mendapat perlindungan. Hak-hak sebagai anak terpenuhi dan terhindar dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi,” ujar Nulika.
Nulika menjelaskan, dibentuknya PATBM adalah bagian dari upaya mewujudkan Kota Gorontalo sebagai Kota Layak Anak (KLA). PATBM akan bekerja secara terkoordinasi membantu satgas perlindungan perempuan dan anak yang sudah dibentuk di setiap kelurahan.
Selain PATBM, Pemkot Gorontalo juga telah membentuk kecamatan layak anak dan gugus tugas mulai dari tingkat kota, kecamatan sampai kelurahan. Gugus tugas ini juga akan melakukan pendampingan terhadap pelaksanaan program-program KLA.
Sebelum ini, pihaknya telah melihat langsung bagaimana pelaksanaan KLA di Kota Surabaya. Sebagai pilot project KLA di Indonesia, Surabaya telah mampu mewujudkan perlindungan yang kuat terhadap anak sampai ditingkat keluarga yang ramah anak.
Hal yang telah dilakukan oleh Pemkot Surabaya ini pun yang akan dilakukan di Kota Gorontalo. Pihaknya akan mendorong semaksimal mungkin setiap program KLA seraya menggencarkan sosialisasi untuk mengajak seluruh unsur masyarakat agar bersama-sama menjaga komitmen perlindungan anak.#(KP)





