PONTIANAK (kabarpublik.id) – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu operasional sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat.
Gangguan tersebut terjadi karena jarak pandang di sekitar bandara menurun sehingga memengaruhi aspek keselamatan dan kelayakan operasional penerbangan.
Corporate Communications Strategic Lion Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan kondisi kabut asap dalam sepekan terakhir berdampak terhadap jadwal penerbangan.
“Kondisi kabut asap dalam minggu ini menyebabkan penurunan jarak pandang di sekitar bandara sehingga memengaruhi kelayakan operasional penerbangan,” ujar Danang saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Menurut dia, keputusan untuk menunda atau membatalkan penerbangan ditentukan berdasarkan kondisi jarak pandang, cuaca, kesiapan operasional, serta pertimbangan keselamatan.
Keselamatan penumpang, awak pesawat, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penerbangan menjadi prioritas utama maskapai.
“Kondisi seperti ini dapat menyebabkan keberangkatan maupun kedatangan pesawat perlu ditunda atau penerbangan dibatalkan demi menjaga keselamatan,” katanya.
Lion Group menjelaskan penundaan dan pembatalan penerbangan merupakan dua kondisi yang berbeda. Penundaan berarti penerbangan masih akan dilaksanakan, tetapi waktu keberangkatan atau kedatangannya bergeser hingga kondisi memungkinkan.
Sementara itu, pembatalan berarti penerbangan tidak dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Jika jarak pandang belum memenuhi persyaratan keselamatan hingga batas waktu operasional, penerbangan dapat dibatalkan. Penumpang selanjutnya dapat memperoleh pilihan perjalanan berikutnya atau pengembalian biaya tiket sesuai ketentuan yang berlaku.
Lion Group menyebut kabut asap yang menyebabkan penurunan jarak pandang secara signifikan merupakan faktor eksternal di luar kendali maskapai. Kondisi tersebut dalam operasional penerbangan dapat dikategorikan sebagai keadaan kahar atau force majeure karena berpotensi menghambat penerbangan yang aman.
Meski demikian, maskapai terus memantau kondisi di sekitar Bandara Supadio, berkoordinasi dengan pengelola bandara dan pihak terkait, serta menyampaikan informasi kepada penumpang.
Sejumlah Penerbangan Terdampak
Pada 3 September 2026, sejumlah penerbangan Lion Group dari dan menuju Pontianak mengalami perubahan jadwal hingga pembatalan akibat jarak pandang yang tidak memenuhi kondisi operasional.
Lion Air, misalnya, penerbangan JT-837 rute Pontianak-Surabaya yang dijadwalkan berangkat pukul 10.00 WIB baru dapat diberangkatkan pada pukul 21.00 WIB.
Sementara penerbangan JT-955 rute Pontianak-Batam dibatalkan. Penerbangan JT-989 rute Pontianak-Batam yang semula dijadwalkan pukul 16.55 WIB juga mengalami penundaan dan baru berangkat pukul 21.32 WIB.
Pada hari yang sama, penerbangan Batik Air ID-6227 rute Pontianak-Jakarta dibatalkan karena kondisi jarak pandang belum memungkinkan pesawat beroperasi secara aman.
Sejumlah penerbangan Super Air Jet dengan tujuan Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta juga mengalami perubahan jadwal, termasuk pembatalan.
Danang menegaskan Lion Group terus berkoordinasi dengan pengelola Bandara Supadio untuk mengikuti perkembangan kondisi jarak pandang.
“Keselamatan tidak dapat dikompromikan. Setiap keputusan untuk menerbangkan, menunda, maupun membatalkan penerbangan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi yang ada pada saat itu,” ujarnya.
Penerbangan Mulai Normal
Sementara itu, PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports memastikan aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat, mulai kembali normal pada Sabtu (5/9/2026).
Perbaikan jarak pandang setelah kabut asap menipis membuat operasional penerbangan berangsur membaik.
General Manager Bandara Internasional Supadio Maya Damayanti mengatakan pihaknya memastikan kondisi bandara tetap aman dan kondusif, termasuk dalam memberikan pelayanan kepada penumpang yang terdampak gangguan penerbangan.
“PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports memastikan kondisi Bandara Internasional Supadio tetap kondusif, tertib, dan aman, termasuk dalam memberikan pelayanan kepada penumpang yang terdampak gangguan penerbangan,” kata Maya.





