News Update
Live Update Berita Terkini

Wapres Gibran Serahkan Sertifikat Huntap untuk Warga Terdampak Banjir Sibolga

Jumat, 4 Sep 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka (kiri) mendengarkan penjelasan perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi atas pembangunan hunian tetap secara gratis di Kelurahan Aek Parombunan, Kota Sibolga, Sumatera Utara, Jumat (4/9/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Sumut
Dengarkan dgn suara Siap
1.8K pembaca

MEDAN (kabarpublik.id) – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menyerahkan sertifikat hak milik (SHM) hunian tetap (huntap) kepada warga terdampak bencana di Kota Sibolga, Sumut, Jumat (4/9).

Penyerahan sertifikat dilakukan saat Gibran meninjau kawasan huntap di Parombunan, Kota Sibolga. Menurut Gibran, sertifikat tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan warga terdampak bencana mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman.

“Penyerahan sertifikat ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan warga terdampak bencana memiliki tempat tinggal yang layak dan aman,” ujar Gibran.

Dalam kunjungan tersebut, Gibran bersama Bobby juga meninjau pembangunan sejumlah unit huntap yang masih berlangsung.

Di kawasan Parombunan, sebanyak 40 unit huntap telah selesai dibangun dan ditempati warga yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.

Pemerintah masih melanjutkan pembangunan sejumlah unit lainnya untuk memenuhi kebutuhan hunian warga terdampak bencana.

Gibran dan Bobby juga berdialog dengan warga yang telah menempati huntap serta mendengarkan berbagai aspirasi mereka. Kehadiran Wapres mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat.

Salah seorang penghuni huntap, Merlina, mengaku bersyukur karena keluarganya kini memiliki rumah kembali setelah kediaman mereka hancur akibat banjir bandang.

“Rumah kami sebelumnya hancur total dan tidak dapat ditempati akibat banjir bandang yang melanda wilayah Sibolga tahun lalu,” kata Merlina.

Setelah rumahnya rusak, Merlina bersama keluarganya sempat tinggal di rumah kontrakan. Kini, mereka menempati huntap yang disediakan bagi warga terdampak melalui kolaborasi pemerintah dan Yayasan Buddha Tzu Chi.

Merlina mengaku lega karena keluarganya kembali memiliki tempat tinggal yang dapat dihuni dalam jangka panjang.

“Perasaan senang karena kami punya rumah yang bisa ditempati untuk selamanya. Kami tetap bersyukur karena setelah bencana akhirnya ada tempat berteduh,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Aina, warga lainnya yang kini tinggal di kawasan huntap. Ia menyampaikan terima kasih karena keluarganya telah mendapatkan tempat tinggal setelah rumah mereka hancur akibat banjir.

“Alhamdulillah, sudah ada tempat tinggal. Sebelumnya rumah kami hancur karena banjir,” kata Aina.

No More Posts Available.

No more pages to load.