JAKARTA (kabarpublik.id) – Platform gim daring Roblox menghadirkan fitur Family Zone, yang memungkinkan orang tua dan anak bermain bersama sekaligus memberikan kendali lebih besar kepada orang tua dalam mengatur pengalaman digital anak sesuai usia dan tingkat kedewasaannya.
Vice President Civility & Partnerships Roblox, Tami Bhaumik, menjelaskan bahwa orang tua dapat menautkan akun mereka dengan akun anak untuk mengakses dasbor pengaturan melalui ponsel. Melalui fitur tersebut, orang tua dapat mengontrol akses konten, komunikasi, dan berbagai pengaturan keamanan lainnya.
“Orang tua cukup menautkan akun mereka dengan akun anak. Setelah itu, mereka dapat mengakses dasbor melalui ponsel dan menyesuaikan pengaturan sesuai kebutuhan keluarga,” kata Tami dalam acara media di Jakarta, Kamis (6/8).
Family Zone dirancang dengan konsep co-play atau bermain bersama. Melalui pendekatan ini, orang tua dapat lebih memahami aktivitas anak saat menjelajahi dunia virtual Roblox sekaligus membangun komunikasi terkait keamanan digital.
Menurut Tami, setiap anak memiliki tingkat kematangan yang berbeda sehingga Roblox memberikan fleksibilitas kepada orang tua untuk menentukan batasan yang paling sesuai.
“Tidak semua anak berusia 9 atau 12 tahun memiliki tingkat kedewasaan yang sama. Karena itu, orang tua dapat memberikan lebih banyak atau lebih sedikit kebebasan sesuai kebutuhan anak masing-masing,” ujarnya.
Untuk meningkatkan keamanan pengguna, Roblox juga menerapkan sistem verifikasi usia berbasis teknologi pengenalan wajah. Sistem ini digunakan untuk memperkirakan usia pengguna agar mereka mendapatkan akses konten dan fitur yang sesuai dengan kelompok umurnya.
Selain itu, teknologi tersebut membantu mencegah anak-anak berinteraksi dengan orang dewasa yang tidak dikenal melalui fitur komunikasi di platform.
“Tujuan utama kami adalah memastikan anak-anak tidak berkomunikasi dengan orang dewasa yang tidak mereka kenal,” kata Tami.
Roblox menegaskan bahwa data hasil pemindaian wajah hanya digunakan untuk proses verifikasi usia dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan iklan maupun pelacakan pengguna. Setelah proses verifikasi selesai, data tersebut akan dihapus dari sistem.
Dalam kebijakan keamanannya, Roblox juga menerapkan pembatasan komunikasi berdasarkan usia. Pengguna berusia 5 hingga 12 tahun tidak dapat mengakses fitur komunikasi, sedangkan pengguna berusia 13 hingga 15 tahun hanya dapat berkomunikasi dengan akun yang telah disetujui orang tua.
Selain verifikasi usia, Roblox mengoperasikan sistem pemantauan aktivitas secara berlapis. Jika ditemukan aktivitas yang dianggap tidak sesuai dengan usia pengguna, sistem akan meminta verifikasi ulang, termasuk melalui identitas resmi.
Tami menegaskan seluruh fitur tersebut dikembangkan untuk membantu orang tua merasa lebih aman dan memiliki kontrol yang lebih baik terhadap aktivitas digital anak.
“Kami ingin membantu orang tua merasa lebih berdaya dalam membimbing anak-anak mereka saat beraktivitas di dunia digital,” ujarnya.
Melalui Family Zone, Roblox berharap dapat menciptakan lingkungan bermain yang lebih aman, edukatif, dan ramah keluarga, sekaligus meningkatkan literasi digital bagi orang tua dan anak.





