DELI SERDANG (kabarpublik.id) – Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Kementerian Sosial menjadi jalan kemandirian bagi penyandang disabilitas di Deli Serdang, Sumatera Utara. Melalui bantuan motor roda tiga, Kemensos membantu Muhammad Sapi’i, seorang difabel yang bekerja sebagai tukang servis elektronik keliling, mengembangkan kembali usahanya.
Program ATENSI Kementerian Sosial kembali menunjukkan dampak nyata bagi penerima manfaat. Salah satunya dirasakan oleh Muhammad Sapi’i (62), warga Desa Paluh Kurau, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.
Pria yang akrab disapa Pi’i atau Wak Keple ini sehari-hari bekerja sebagai tukang servis elektronik keliling. Meski memiliki keterbatasan fisik, Pi’i tetap berupaya mandiri dengan keahlian yang telah ia tekuni sejak usia 15 tahun, mengikuti jejak sang ayah.
Selama bertahun-tahun, Pi’i mengandalkan becak motor untuk menjemput dan mengantar peralatan elektronik milik pelanggan. Namun, empat tahun lalu, kondisi ekonomi yang memburuk dan kebutuhan biaya pengobatan memaksanya menjual becak tersebut.
“Becak itu saya jual untuk berobat. Waktu itu kondisinya memang sangat sulit,” ujar Pi’i.
Setelah kesehatannya berangsur membaik, Pi’i kembali menerima panggilan servis dari warga. Namun, keterbatasan sarana membuatnya harus menyewa kendaraan milik orang lain untuk mengangkut peralatan elektronik.
Dalam sehari, penghasilannya berkisar Rp130 ribu, namun sebagian harus digunakan untuk membayar sewa angkutan. Kondisi ini membuat penghasilannya sering kali tidak maksimal.
Harapan baru datang ketika Pi’i ditetapkan sebagai penerima manfaat bantuan ATENSI berupa motor roda tiga dari Sentra Insyaf Medan pada 30 Januari 2026. Bantuan tersebut menjadi titik balik penting dalam upayanya untuk kembali mandiri secara ekonomi.
Raut bahagia terlihat jelas saat Pi’i pertama kali menerima dan mencoba motor roda tiga tersebut. Baginya, bantuan ini bukan sekadar kendaraan, tetapi sarana untuk memperbaiki taraf hidup.
“Alhamdulillah, sekarang tidak perlu sewa lagi. Bantuan ini sangat membantu saya,” ucapnya dengan mata berbinar.
Dengan motor roda tiga itu, Pi’i kini dapat menjemput dan mengantar barang elektronik pelanggan secara mandiri tanpa biaya tambahan. Ia berharap penghasilannya meningkat sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup dan menghidupi ketiga anaknya.
Melalui program ATENSI, Kementerian Sosial terus mendorong penyandang disabilitas agar memiliki akses terhadap sarana penunjang usaha, sehingga dapat hidup lebih mandiri dan berdaya secara sosial maupun ekonomi.





