JAKARTA (kabarpublik.id) – Kementerian Pariwisata mengimbau wisatawan dan pendaki untuk membekali diri dengan pengetahuan serta persiapan yang memadai sebelum melakukan pendakian, terutama ke gunung berapi aktif.
Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (5/6), Kementerian Pariwisata menegaskan bahwa calon pendaki perlu memeriksa status aktivitas gunung yang akan didaki guna menghindari risiko bencana.
Pemeriksaan status gunung berapi dapat dilakukan melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dikembangkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Jika status aktivitas gunung dinyatakan tidak aman, wisatawan dan pendaki diminta menunda atau membatalkan rencana pendakian demi keselamatan. Sementara jika pendakian masih diperbolehkan, pendaki wajib mematuhi batas zona aman dan menghindari area berbahaya yang telah ditetapkan.
Kementerian Pariwisata juga menganjurkan wisatawan menggunakan jasa pemandu lokal bersertifikat yang memahami kondisi medan dan perkembangan aktivitas gunung.
“Pastikan untuk menghubungi pemandu lokal bersertifikat yang telah dibekali kemampuan untuk mengetahui secara persis titik-titik mana yang aman dan kapan harus membatalkan pendakian,” ujar Kementerian Pariwisata.
Selain memperhatikan status gunung, pendaki juga diminta mempersiapkan kondisi fisik, perlengkapan pendakian, serta perbekalan yang memadai. Penggunaan tas dan sepatu yang sesuai menjadi kebutuhan dasar, sementara masker respirator disarankan untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik maupun gas beracun.
Kementerian menegaskan pentingnya mematuhi seluruh aturan yang ditetapkan PVMBG maupun pengelola kawasan pendakian. Pendaki juga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan dan tidak memaksakan diri mencapai puncak atau kawah jika kondisi dinilai berisiko.
“Menjadi pendaki yang hebat bukan berarti berani mati, tetapi tahu kapan harus berhenti demi keselamatan diri sendiri dan orang lain,” tegas Kementerian Pariwisata.
Selain aspek keselamatan, wisatawan juga diingatkan untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan menghormati alam dan tidak meninggalkan sampah selama kegiatan pendakian.





