JAKARTA (kabarpublik.id) – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di empat provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan titik api sekaligus mencegah meluasnya area yang terbakar.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan pihaknya terus mengedepankan respons cepat terhadap setiap laporan kebakaran guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
“Fokus kami adalah merespons cepat setiap laporan titik api, membatasi perluasan area terbakar, dan memastikan pendinginan dilakukan hingga tuntas. Di wilayah gambut, bara api dapat bertahan di bawah permukaan meskipun api di atas sudah padam,” ujar Ferdian dalam keterangan resmi, Rabu (3/6).
Menurutnya, seluruh tim di lapangan tetap melakukan pengecekan ulang, pendinginan, patroli pencegahan, serta pemantauan hotspot untuk mendukung deteksi dini dan percepatan penanganan karhutla.
Untuk memperkuat upaya tersebut, Kemenhut juga mengerahkan bantuan personel lintas Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni agar setiap lokasi kebakaran dapat ditangani secara cepat dan efektif.
Di Aceh, penanganan difokuskan pada wilayah Kabupaten Nagan Raya, tepatnya di Desa Kayee Unou, Kecamatan Darul Makmur, serta Desa Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur. Kedua lokasi mendapat perhatian khusus karena berada di kawasan gambut dengan vegetasi yang mudah terbakar.
Sementara di Riau, operasi pemadaman diperluas ke empat lokasi, yakni Desa Pecing Bekulo di Kabupaten Siak, Kepenghuluan Rantau Bais di Kabupaten Rokan Hilir, Desa Sokoi di Kabupaten Pelalawan, dan Pulau Rupat di Kabupaten Bengkalis yang menjadi titik kebakaran terbaru.
Untuk mempercepat proses pemadaman dan pendinginan di Pulau Rupat, Balai Dalkarhut Sumatera mengirimkan tambahan personel Manggala Agni dari Daops Sumatera IV Pekanbaru, Daops Sumatera IX Kota Jambi, dan Daops Sumatera XII Muara Tebo.
Di Provinsi Jambi, tim Manggala Agni Daops Sumatera X Muara Bulian bersama Polri dan masyarakat berhasil memadamkan kebakaran yang terjadi di Desa Durian Luncuk, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari, pada Selasa (2/6).
Pada hari yang sama, tim Manggala Agni Daops Sumatera XIV Banyuasin bersama BPBD Kabupaten Ogan Ilir, TNI, Polri, serta dukungan satu unit helikopter water bombing berhasil menuntaskan pemadaman karhutla di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Kemenhut memastikan pengawasan dan patroli akan terus ditingkatkan di wilayah rawan karhutla guna mencegah munculnya titik api baru selama musim kemarau berlangsung.





