Laporan : Jumadi (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba
CIMAHI [KP] – Ditutupnya Pasar Antri Baru (PAB) Cimahi selama 14 hari untuk sterilisasi Covid-19 oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi karena disinyalir menjadi klaster baru penyebaran Covid-19, menyisakan tanda tanya terkait jumlah pedagang PAB yang positif Corona masih simpang siur bahkan diinternal Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cimahi sendiri.
Walikota Cimahi, Ajay M Priatna dalam akun instagramnya menyatakan jumlah Pedagang PAB yang positif Corona sebanyak 4 (empat) orang.
“Berdasarkan hasil Swab Test pada 78 pedagang di Pasar Antri, menunjukkan 4 orang dinyatakan positif Covid-19. Para pasien positif telah dijemput oleh pihak Dinas Kesehatan untuk selanjutnya di isolasi,” tulisnya dalam akun Instagramnya, Minggu (24/05/2020).
Sementara itu Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, Chanifah Listyarini dalam siaran pers Dinas Komunikasi Informasi Kearsipan dan Perpustakaan (Diskominfoarpus) Kota Cimahi yang diterima redaksi kabarpublik.id, Senin (25/05/2020) menyatakan jumlah pedagang PAB yang positif Corona sebanyak 2 (dua) orang yang berasal dari Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jawa Barat.
“Ada dua orang pedagang yang dinyatakan positif, yaitu satu orang warga Setiamanah Cimahi yang melakukan Swab Test yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dan satu lagi warga Tani Mulya KBB yang melakukan swab tes Pikobar di KBB, keduanya itu menjadi bukti kemunculan Klaster Pasar Antri Baru,” katanya.
Dilain pihak Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi, Bambang Purnomo melalui pesan WhatsApp (WA) menshare pesan jumlah pedagang PAB positif Corona sebanyak 5 (lima) orang.
“Diinfokan, Pasar Antri positif Covid 5 orang, warga Cibabat 2 orang, Setiamanah 1 orang dan warga Tani Mulya KBB 2 orang (suami istri) pedagang di Blok C. Sehingga petunjuk Bapak Walikota besok harus ditutup. Dinkes membuat publikasinya, Disdagkoperin koordinasi dengan pengelola pasarnya, Damkar beserta PMI, BPBD semprot disinfektan luar dalam. Satpol PP pasang Satpol PP line. Jam 09.00 langsung lokasi,” pesannya melalui WA yang diterima wartawan kabarpublik.id , Minggu (24/05/2020).
Saat ditanya sumber pesan dari siapa, Bambang mengaku mendapatkannya dari grup WA.
“Dari grup-grup WA sudah menyebar, memang simpang siur beritanya di grup WA pun sudah beredar,” jawabnya.
Menanggapi simpang-siurnya informasi tersebut, Kepala Diskominfoarpus Kota Cimahi, Hardjono mengatakan jumlah pedagang PAB yang positif Corona sebanyak 2 (dua) orang berdasarkan data dari Dinkes Kota Cimahi.
“Dari data yang ada di Dinkes dan dicocokkan dengan data pedagang di Pasar Antri ada dua. Info awal yang diterima Pak Wali memang empat, malam itu saya juga menerima info dari Dinkes ada empat orang. Besoknya dicroscek ke manajemen Pasar Antri ternyata yang pedagang hanya dua, yang dua lagi bukan, satu karyawan Sanbe, satu lagi warga biasa dari Cibabat,” balasnya saat dikonfirmasi via WA, Selasa (26/05/2020). #*[KP]






