News Update
Live Update Berita Terkini

Pemerintah Hitung Ulang Ketahanan Pangan Nasional Hadapi El Nino hingga 2027

Kamis, 3 Sep 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Arsip foto - Foto udara pekerja memanen padi di Desa Pematang Johar, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (25/8/2026). (ANTARA FOTO/Yudi Manar/YU)
Dengarkan dgn suara Siap
1.8K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Pemerintah akan menghitung ulang ketahanan pangan nasional untuk memetakan dampak fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan tengah mengaktifkan satuan tugas (task force) untuk melakukan perhitungan ulang terhadap sejumlah komoditas pangan yang berpotensi terdampak El Nino.

“Kementerian Koordinator Bidang Pangan sedang mengaktivasi task force (satuan tugas) untuk kemudian merekalkulasi ketahanan pangan kita pada semua komoditas yang mungkin terdampak,” kata Hanif saat ditemui di Jakarta, Kamis (3/9).

Menurut Hanif, Kemenko Bidang Pangan akan menggelar pertemuan bersama kementerian dan lembaga terkait pada pekan depan. Pertemuan itu bertujuan memetakan kondisi di lapangan secara lebih rinci sekaligus menentukan langkah cepat untuk mengantisipasi dampak El Nino.

“Kita akan petakan detail by detail persoalan yang ada di lapangan, kemudian kita rumuskan langkah-langkah tercepat apa yang harus kita lakukan,” ujarnya.

Hanif menjelaskan pemetaan tersebut diperlukan karena ketahanan pangan berkaitan erat dengan kebijakan ekspor dan impor. Pemerintah perlu mengetahui kondisi setiap komoditas, termasuk potensi gangguan pada produksi maupun distribusinya.

“Kita harus melakukan kalibrasi terhadap landscape ketahanan pangan kita,” katanya.

Hanif mengakui ketahanan pangan Indonesia masih perlu diperkuat untuk menghadapi El Nino, terutama karena fenomena tersebut dapat menyebabkan curah hujan berada pada tingkat yang sangat rendah.

Pemerintah, lanjut dia, tidak hanya perlu melihat ketersediaan stok pangan saat ini, tetapi juga menghitung potensi dampak El Nino terhadap produksi dan ketahanan pangan dalam beberapa bulan ke depan.

“Jangan sampai kita menganggap enteng El Nino karena curah hujan sangat rendah dan ini berdampak terhadap berbagai komoditas pangan,” ujar Hanif.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memprediksi El Nino dapat berlangsung sekitar sembilan hingga 12 bulan atau hingga sekitar Mei 2027. Namun, kondisi tersebut tidak berarti seluruh wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau sepanjang periode tersebut.

Dampak El Nino juga diperkirakan berbeda di setiap wilayah. Daerah di selatan garis khatulistiwa, seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa, dan Sumatera bagian selatan, berpotensi mengalami musim kemarau yang lebih kering dan lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Pemerintah kini memperkuat pemetaan untuk memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga sekaligus mengantisipasi gangguan produksi dan distribusi akibat perubahan kondisi iklim.

No More Posts Available.

No more pages to load.