JAKARTA (kabarpublik.id) – Prof. Dr. H. Ahmad Tholabi Kharlie menegaskan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini bukan semata-mata fenomena alam, melainkan akibat ulah manusia yang mengabaikan keseimbangan ekosistem.
Pesan tersebut disampaikan dalam khotbah Jumat bertema “Pesan Al-Qur’an dalam Menjaga Lingkungan Hidup” di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (5/6/26), yang bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Di hadapan ribuan jemaah, Prof. Tholabi mengutip Surat Al-Rum ayat 41 yang menjelaskan bahwa kerusakan di darat dan laut terjadi karena perbuatan manusia. Menurutnya, ayat tersebut menjadi peringatan bahwa manusia memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk menjaga kelestarian bumi.
Ia menjelaskan, berbagai bencana dan persoalan lingkungan seperti banjir, pencemaran sungai, kerusakan hutan, hingga perubahan iklim merupakan dampak dari aktivitas manusia yang tidak memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
“Kerusakan alam bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja. Banyak di antaranya merupakan konsekuensi dari perilaku manusia yang melampaui batas dalam memanfaatkan sumber daya alam,” ujarnya dalam khotbah.
Prof. Tholabi menekankan bahwa Al-Qur’an telah mengajarkan prinsip tanggung jawab ekologis sebagai bagian dari tugas manusia sebagai khalifah di bumi. Karena itu, upaya mengatasi krisis lingkungan tidak cukup hanya melalui kebijakan dan teknologi, tetapi juga harus disertai perubahan kesadaran moral serta perilaku masyarakat.
Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Istiqlal selama pelaksanaan khotbah. Ribuan jemaah yang memadati ruang utama hingga pelataran masjid tampak menyimak pesan yang disampaikan mengenai pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam.
Menurutnya, menjaga lingkungan bukan sekadar tanggung jawab sosial, melainkan amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Oleh sebab itu, umat Islam diajak untuk berperan aktif dalam menjaga dan memulihkan kelestarian lingkungan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Khotbah tersebut sekaligus menjadi refleksi atas berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi dunia saat ini. Prof. Tholabi mengingatkan bahwa penyelamatan bumi tidak dapat ditunda dan harus dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan setiap individu.
Pesan yang disampaikan mendapat respons positif dari para jemaah. Banyak di antara mereka menilai isu lingkungan hidup semakin relevan dengan kondisi masyarakat saat ini dan membutuhkan keterlibatan semua pihak untuk mengatasinya.
Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Masjid Istiqlal kembali menegaskan pentingnya membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian alam demi masa depan yang lebih berkelanjutan.





