“Terdapat 8 penerbangan terdampak abu vulkanik Gunung Krakatau dengan status pembatalan penerbangan,” kata General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Aidhil Philip Julian, di Lombok Tengah, Minggu.
Aidhil mengatakan sehubungan dengan adanya sebaran abu vulkanik akibat letusan Gunung Anak Krakatau, Bandara Internasional Lombok mengimbau calon penumpang pesawat untuk memperhatikan informasi jadwal penerbangan terbaru dari maskapai.
Hal itu dilakukan menyusul penutupan sementara (aerodrome closed) Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pada Sabtu (5/12) pukul 21.52 WIB sampai dengan Minggu, 6 September 2026 pukul 13.30 WIB berdasarkan NOTAM A3341/26.
“Saat ini kondisi operasional di Bandara Lombok berjalan normal,” katanya.
Ia mengatakan pemberlakuan Status Aerodrome Closed akibat indikasi sebaran abu vulkanik saat ini juga ditetapkan di Bandara Internasional Halim Perdana Kusuma dan Bandara Internasional Radin Inten II Lampung.
Menyusul kondisi terkini, penumpang yang terdampak penerbangannya telah diberikan pembaruan informasi situasi dan edukasi baik oleh pihak customer service bandara maupun maskapai. Penumpang juga diberikan pilihan untuk mengajukan pengembalian dana maupun penjadwalan ulang atas penerbangan terdampak.
“Para pengguna jasa bandara diimbau untuk memeriksa status penerbangan secara berkala melalui kanal resmi maskapai serta juga dapat menghubungi Contact Center Angkasa Pura Indonesia di nomor telepon 172 untuk mendapatkan informasi terkini,” kata Aidhil.
Adapun delapan penerbangan yang terdampak dengan status pembatalan penerbangan, yakni keberangkatan (LOP-CGK):
1. TransNusa (8B 5162) 08.30 WITA
2. Super Air Jet (IU 769) 06.15 WITA
3. Garuda Indonesia (GA 431) 11.15 WITA
4. Citilink Indonesia (QG 641) 12.30 WITA
Kedatangan (CGK-LOP)
1. TransNusa (8B 5161) 08.00 WITA
2. Super Air Jet (IU 762) 10.00 WITA
3. Garuda Indonesia (GA 432) 10.30 WITA
4. Citilink Indonesia (QG 640) 12.00 WITA.





