News Update
Live Update Berita Terkini

Mendagri Minta Pemda Waspadai Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Minggu, 6 Sep 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. (ANTARA/HO-Kemendagri)
Dengarkan dgn suara Siap
17.7K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) di wilayah yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau meningkatkan kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Tito mengatakan pemerintah daerah perlu terus memantau perkembangan kondisi dan menyiapkan langkah penanganan jika dampak erupsi meningkat.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

Keterangan foto: Poster peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

“Beberapa daerah memang sudah menyampaikan mengenai kondisi tingkat provinsi kepada kabupaten/kota masing-masing untuk meningkatkan kewaspadaan. Meskipun tentu kita hindari kepanikan masyarakat, jangan sampai masyarakat menjadi panik,” kata Tito dalam konferensi pers secara daring dari Jakarta, Minggu (6/9).

Menurut Tito, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah berdampak pada sejumlah wilayah, di antaranya DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Sumatera Selatan.

Pemda di wilayah terdampak diminta meningkatkan pemantauan serta memastikan kesiapan respons terhadap kemungkinan perubahan kondisi di lapangan.

Tito juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan, terutama melindungi saluran pernapasan dan mata dari paparan abu vulkanik. Masyarakat di wilayah terdampak dianjurkan menggunakan masker dan pelindung mata jika diperlukan.

Pemda juga diminta membantu masyarakat dengan menyediakan dan membagikan masker, terutama di wilayah yang mengalami paparan abu vulkanik.

Transportasi Disesuaikan dengan Kondisi

Tito mengatakan pelayanan transportasi lokal yang menjadi kewenangan pemda, baik transportasi darat, laut, sungai, maupun danau, harus disesuaikan dengan kondisi dan tingkat risiko di masing-masing wilayah.

Apabila situasi memburuk dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, pemda diminta segera mengambil langkah berdasarkan informasi resmi dari pemerintah dan otoritas terkait.

“Untuk mendukung sistem transportasi, jangan sampai nanti membahayakan masyarakat. Namun, situasinya masih sangat situasional, masih sangat tergantung dengan situasi masing-masing,” ujarnya.

Kegiatan Belajar Menyesuaikan Situasi

Terkait kegiatan belajar mengajar, Tito menegaskan pelaksanaannya perlu mempertimbangkan kondisi setiap daerah.

Jika situasi masih aman dan memungkinkan, kegiatan pembelajaran dapat tetap dilaksanakan, khususnya di dalam ruang kelas. Sekolah diminta tetap memantau perkembangan aktivitas erupsi dan sebaran abu vulkanik.

Sementara itu, kegiatan pembelajaran di luar ruangan perlu disesuaikan dengan kondisi terbaru dan dapat dihentikan apabila dinilai berisiko bagi kesehatan serta keselamatan peserta didik.

Pemerintah daerah di seluruh wilayah yang berpotensi terdampak diminta tetap mengutamakan keselamatan masyarakat sambil mengikuti perkembangan informasi resmi mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau.

No More Posts Available.

No more pages to load.