News Update
Live Update Berita Terkini

APROPI: Pestisida Bermutu Dukung Produktivitas dan Ketahanan Pangan Indonesia

Rabu, 16 Sep 2026
Editor: Eky
Dengarkan dgn suara Siap
3.7K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Asosiasi Produsen Pestisida Indonesia (APROPI) mendorong penggunaan pestisida bermutu untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Ketua Umum APROPI Ir. Yannurius mengatakan ketersediaan pestisida yang berkualitas, efektif, efisien, serta aman bagi manusia dan lingkungan menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan sektor pertanian.

Hal tersebut disampaikan Yannurius dalam kegiatan AgrochemBIZ Show Indonesia 2026 yang berlangsung pada 15–16 September 2026 di Grand Ballroom Swissôtel Jakarta PIK Avenue.

Kegiatan tersebut mempertemukan produsen pestisida dalam negeri dengan pelaku industri dari sejumlah negara, antara lain India, China, dan negara-negara Eropa. Berbagai produk pestisida serta solusi pendukung sektor pertanian juga dipamerkan dalam acara tersebut.

“Tujuan acara ini adalah untuk menghadirkan pestisida yang berkualitas, efektif, dan efisien, aman bagi manusia, serta aman bagi lingkungan hidup untuk aktivitas pertanian di Indonesia,” kata Yannurius kepada wartawan, Selasa (15/9/2026).

Menurut dia, industri pestisida memiliki peran dalam mendukung program ketahanan pangan pemerintah. Karena itu, APROPI berupaya mendorong penyediaan produk yang sesuai dengan kebutuhan petani sekaligus memperhatikan aspek keamanan dan lingkungan.

“Kami sebagai pelaku usaha di bidang pestisida berusaha menghadirkan produk-produk terbaik untuk pertanian yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Apresiasi Kebijakan Menteri Pertanian

Dalam kesempatan tersebut, Yannurius juga mengapresiasi kinerja Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam menjalankan program ketahanan pangan.

Ia menilai Amran memiliki komitmen kuat dalam mendorong peningkatan produksi pangan nasional.

“Menurut kami, Pak Amran ini pantas untuk mendapatkan itu,” kata Yannurius.

Menurut dia, upaya memperkuat ketahanan pangan telah menjadi agenda pemerintah dari waktu ke waktu. Namun, ia menilai kebijakan saat ini menunjukkan perhatian yang kuat terhadap produksi pangan dan kesejahteraan petani.

“Pak Amran ini punya komitmen yang kuat dan totalitas dalam menghadapi ini,” tuturnya.

Yannurius menyoroti kebijakan pemerintah dalam menjaga harga hasil panen dan memastikan Bulog menyerap gabah petani. Menurut dia, kebijakan tersebut memberikan kepastian kepada petani sehingga mereka memiliki dorongan untuk terus berproduksi.

“Strategi yang dipakai adalah menjamin harga panen sehingga petani bersemangat untuk melakukan cocok tanam padi, menetapkan harga minimal, dan memastikan Bulog menyerap hasil panen dari petani,” ujarnya.

Selain harga panen, ia menilai akses terhadap sarana produksi juga penting. Sarana tersebut meliputi benih, pupuk, pestisida, dan berbagai kebutuhan pertanian lainnya.

“Pak Amran juga di lapangan sangat tegas memastikan sarana produksi, seperti bibit, benih, obat-obatan, dan pupuk, mudah didapat dan terjangkau oleh petani,” kata Yannurius.

Kebijakan Pangan Dinilai Beri Kepastian bagi Usaha

Yannurius mengatakan kebijakan ketahanan pangan tidak hanya berdampak kepada petani, tetapi juga memberikan efek terhadap dunia usaha di sektor pertanian.

Menurut dia, peningkatan pendapatan dan kepastian usaha bagi petani dapat mendorong permintaan terhadap berbagai kebutuhan pertanian, seperti benih, pupuk, dan pestisida.

“Bisnis pasti tumbuh. Orang percaya, tidak akan jebol. Kita dukung terus. Bisnis kita sudah tahu ke depan mau seperti apa. Ada kepastian,” ujarnya.

Ia mengatakan kepastian kebijakan pangan dapat meningkatkan kepercayaan pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis di sektor pertanian.

“Karena dilihatnya bahwa ada kepercayaan. Dan efek dari suasana pangan ini terasa sampai tingkat petani,” katanya.

APROPI Dorong Kesejahteraan Petani

Ke depan, APROPI berharap pemerintah terus memberikan perhatian terhadap kesejahteraan petani. Menurut Yannurius, peningkatan pendapatan petani akan memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian nasional.

“Harapannya kalau kami sebagai pengusaha, bisnis khususnya di sektor pertanian ini akan terus bertumbuh,” katanya.

Ia juga berharap pemerintah terus menjaga daya beli dan pendapatan petani melalui kebijakan harga serta pengelolaan impor pangan.

“Kami berharap pemerintah terus memperhatikan nasib petani agar ekonominya menjadi lebih baik, salah satunya dengan mengontrol harga dan membatasi impor,” ujar Yannurius.

Ia menegaskan pangan memiliki posisi strategis bagi Indonesia karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan kehidupan masyarakat dan ketahanan nasional.

“Pangan adalah kunci, kata Bung Karno,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.