BANJARMASIN (kabarpublik.id) – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhidin meminta seluruh rumah sakit rujukan di Banjarmasin dan fasilitas pelayanan kesehatan bersiaga menangani korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 rute Surabaya–Banjarmasin.
Korban yang berhasil dievakuasi diminta segera mendapatkan pertolongan medis dan penanganan kedaruratan tanpa terhambat persoalan administratif.
“Jangan sampai ada korban yang terlambat mendapatkan pertolongan karena persoalan administratif. Dalam keadaan darurat, keselamatan manusia adalah yang utama,” ujar Muhidin di Banjarmasin, Senin.
Muhidin menegaskan keselamatan korban harus menjadi prioritas dalam kondisi darurat. Karena itu, urusan administratif tidak boleh menghambat korban mendapatkan layanan medis.
Kesiapsiagaan rumah sakit mencakup tenaga medis, Instalasi Gawat Darurat (IGD), ketersediaan tempat tidur, ambulans, obat-obatan, stok darah, hingga sistem rujukan antar-fasilitas kesehatan.
Selain kesiapan layanan medis, Muhidin meminta perhatian diberikan kepada keluarga korban yang masih menunggu informasi mengenai keberadaan anggota keluarganya.
Ia meminta seluruh pihak terkait menyampaikan perkembangan informasi kepada keluarga secara cepat, jelas, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pemerintah Provinsi Kalsel, kata dia, akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keluarga korban memperoleh pendampingan selama proses penanganan musibah berlangsung.
“Kami ingin memastikan keluarga korban mendapatkan informasi yang jelas dan bertanggung jawab. Pemerintah akan terus hadir dan berkoordinasi dengan seluruh pihak,” katanya.
Muhidin juga menyampaikan doa bagi para korban dan keluarga yang terdampak, serta personel SAR yang masih menjalankan operasi pencarian dan pertolongan.
“Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan pertolongan kepada seluruh korban, melindungi tim SAR yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan, serta memberikan kekuatan kepada seluruh keluarga yang terdampak musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Jawa,” ujarnya.





