News Update
Live Update Berita Terkini

Herindra Dilantik Jadi Ketum PB ESI, Targetkan Prestasi Esports Indonesia Lebih Tinggi

Rabu, 16 Sep 2026
Editor: Eky
Dengarkan dgn suara Siap
23K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra resmi dilantik sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) masa bakti 2026–2030. Di bawah kepemimpinannya, PB ESI menargetkan peningkatan prestasi atlet esports Indonesia di tingkat internasional.

Herindra mengatakan kepemimpinannya di PB ESI merupakan amanah strategis untuk ikut mengembangkan olahraga dan ekosistem esports nasional. Menurut dia, esports tidak lagi sekadar aktivitas hiburan, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari transformasi digital dan industri profesional.

“Esports bukan lagi sekadar aktivitas hiburan atau buang-buang waktu. Esports merupakan profesi formal yang membutuhkan disiplin, dedikasi, dan intelektualitas,” kata Herindra dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Herindra menyebut Indonesia memiliki lebih dari 200 juta gamer aktif pada 2026 dengan nilai pasar gim yang mencapai lebih dari 2 miliar dolar AS. Kondisi tersebut, menurut dia, harus diikuti dengan penguatan ekosistem esports dalam negeri.

Indonesia, kata Herindra, tidak boleh hanya menjadi pasar atau penonton. Pengembangan harus mencakup berbagai sektor, mulai dari pengembang gim, penyelenggara turnamen, kreator konten, hingga platform streaming.

“Talenta lokal harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan pemain kunci di pasar global,” ujarnya.

Herindra menambahkan PB ESI akan membangun jalur pembinaan dan prestasi yang lebih jelas bagi atlet. Prestasi di berbagai kompetisi internasional juga dinilai dapat menjadi bagian dari diplomasi digital sekaligus memperkuat citra Indonesia.

Selain pembinaan atlet, PB ESI akan mendorong regulasi dan standardisasi untuk memberikan perlindungan kepada atlet dan pelaku industri esports.

“PB ESI akan mendorong regulasi dan standardisasi untuk melindungi atlet dan pelaku industri. Fokus pada kepastian hukum, perlindungan kontrak pemain, standar pembinaan, serta kesehatan fisik dan mental,” kata Herindra.

Ia menekankan pengembangan esports membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan komunitas. Sinergi tersebut diperlukan untuk membangun ekosistem esports yang sehat, aman, dan berkelanjutan.

KONI Dorong Penguatan Tata Kelola

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman mengapresiasi pelantikan Herindra bersama jajaran pengurus PB ESI periode 2026–2030.

Marciano menilai kepengurusan baru PB ESI menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan olahraga prestasi, termasuk dalam mencetak atlet esports yang mampu bersaing di tingkat dunia.

Ia berharap esports Indonesia dapat meningkatkan prestasi internasional sekaligus memperkuat tata kelola organisasinya.

“Tata kelola organisasi PB ESI harus terus diperkuat agar mampu melahirkan atlet-atlet esports Indonesia yang berprestasi di kancah internasional,” ujar Marciano.

Marciano juga meminta PB ESI memberikan dukungan kepada atlet esports Indonesia yang akan berlaga pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.

Menurut dia, pengalaman dan prestasi atlet di berbagai kompetisi internasional menjadi modal untuk menghadapi persaingan pada Asian Games.

“Prestasi para atlet di berbagai kejuaraan internasional menjadi modal dan peluang untuk meraih hasil terbaik di Asian Games,” katanya.

Kemenpora Tekankan Pembinaan Jangka Panjang

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat turut menyatakan dukungannya terhadap kepengurusan PB ESI periode 2026–2030.

Taufik menilai peningkatan prestasi esports membutuhkan program pembinaan yang konsisten dan berjangka panjang. Ia mengingatkan bahwa prestasi olahraga tidak dapat dibangun secara instan.

“Kita butuh anak-anak muda tidak hanya olahraga, tapi kita butuh investasi. Dan selalu yang ditekankan sekarang ini bahwa olahraga ini tidak bisa instan. Kita butuh yang jangka panjang,” kata Taufik.

Ia menilai esports telah berkembang menjadi salah satu cabang olahraga yang perlu terus dikembangkan di Indonesia.

“Saya rasa esports ini sekarang sudah sama dengan olahraga-olahraga yang lain yang perlu kita kembangkan lagi. Dan kita juga harus tahu bahwa ke depannya esports ini akan lebih besar lagi,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.