JAKARTA (kabarpublik.id) – PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) Perseroda menyiapkan strategi bisnis baru untuk menghadapi perubahan industri sekaligus memperluas peran perusahaan melalui pengembangan kawasan kesehatan terpadu.
Direktur Utama PT JIEP Dharma Satriadi mengatakan agenda tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dua agenda utama yang disetujui adalah Rencana Bisnis Perseroda 2026–2030 dan penugasan pengembangan kawasan kesehatan terpadu.
“Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham resmi mengesahkan sejumlah agenda strategis, di antaranya Rencana Bisnis Perseroda periode 2026–2030 serta penugasan pengembangan kawasan kesehatan terpadu,” kata Dharma di Jakarta, Selasa (15/9).
Menurut Dharma, keputusan tersebut menjadi pijakan bagi PT JIEP untuk memperkuat strategi pertumbuhan perusahaan di tengah perubahan kebutuhan industri dan meningkatnya tuntutan kontribusi badan usaha milik daerah (BUMD) terhadap pembangunan Jakarta.
Rencana bisnis lima tahun tersebut sekaligus menjadi peta jalan untuk memperluas portofolio usaha, termasuk melalui diversifikasi bisnis yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ekonomi daerah.
“Melalui Rencana Bisnis Perseroda 2026–2030, kami menyiapkan langkah-langkah yang lebih terarah dalam menghadapi peluang sekaligus tantangan yang akan dihadapi perusahaan,” ujarnya.
Dharma mengatakan strategi tersebut juga diarahkan agar PT JIEP mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pasar, perkembangan teknologi, dan tuntutan keberlanjutan usaha.
Kembangkan Kawasan Kesehatan Terpadu
Selain rencana bisnis, pemegang saham memberikan penugasan kepada PT JIEP untuk mengembangkan kawasan kesehatan terpadu (KKT).
Pengembangan kawasan tersebut disebut sejalan dengan arah Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2026, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta, serta upaya mendukung pengembangan rumah sakit berstandar internasional. Program tersebut juga dikaitkan dengan Pilar Expand ONE Danareksa.
“Penugasan ini merupakan bentuk komitmen PT JIEP untuk turut mendukung program sosial kemasyarakatan bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Dharma.
Menurut dia, pengembangan KKT diharapkan memperkuat peran PT JIEP sebagai instrumen pembangunan daerah, khususnya dalam menyediakan ekosistem layanan kesehatan yang terintegrasi.
Untuk menyesuaikan mandat tersebut, perusahaan juga melakukan penyesuaian RKA agar cakupan kegiatan dapat mengikuti penugasan dari pemegang saham.
“Seluruh langkah implementasi rencana bisnis perusahaan maupun realisasi penugasan pengembangan kawasan kesehatan terpadu akan kami jalankan dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” ujarnya.
Dorong Rezoning dan Integrasi Transportasi
PT JIEP juga mendorong inisiatif rezoning sebagai bagian dari strategi pengembangan Kawasan Industri Pulogadung (KIP) agar lebih adaptif terhadap kebutuhan masa depan.
Rencana tersebut mencakup persiapan awal pembebasan lahan, pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD), serta usulan integrasi jaringan LRT dan MRT dengan kawasan industri.
Selain itu, perusahaan mengusulkan pengembangan dry port yang terintegrasi dengan jaringan transportasi kereta api.
“Diharapkan dapat meningkatkan nilai strategis kawasan, memperkuat efisiensi mobilitas, serta membuka peluang terciptanya ekosistem bisnis dan logistik yang semakin terintegrasi di Kawasan Industri Pulogadung,” kata Dharma.
RUPSLB PT JIEP dipimpin Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati. Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Yustinus Prastowo, Direktur Utama PT Danareksa (Persero) Ngurah Wirawan, dan Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat.





