BANJARMASIN (kabarpublik.id) – Harapan Mira Maulida untuk kembali bertemu adiknya, Isna Aulia (28), belum pupus. Selama empat hari, Mira bertahan di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, menunggu kabar mengenai keberadaan Isna yang belum ditemukan dalam kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa.
Setiap kapal yang mendekati pelabuhan membuat Mira menoleh. Ia berharap kapal tersebut membawa kabar tentang Isna yang hingga kini masih dalam pencarian tim SAR.
“Sampai saat ini adik saya belum juga ditemukan oleh Tim SAR yang terus melakukan pencarian terhadap para korban,” kata Mira dengan mata berkaca-kaca di Pelabuhan Trisakti, Rabu (16/9).
Isna merupakan adik bungsu Mira. Ia menjadi salah satu penumpang KM Virgo Transport 8 yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Bagi Mira, Pelabuhan Trisakti kini bukan sekadar tempat kapal bersandar. Tempat itu menjadi lokasi dirinya menunggu setiap perkembangan pencarian dan berharap Isna ditemukan dalam keadaan selamat.
“Isna, kamu sudah janji untuk pulang. Janjimu harus kamu tepati. Kakak yakin Isna bisa melewati semua ini. Kakak tetap menunggu kamu di pelabuhan ini,” ujar Mira dengan suara terbata-bata.
KRI Canopus Dikerahkan
Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur. Pada hari keempat pencarian, KRI Canopus dikerahkan untuk menyisir sektor lima dari enam sektor yang telah ditetapkan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator mengatakan KRI Canopus telah bergerak menuju sektor pencarian sejak pagi.
“Sudah. KRI Canopus pagi berangkat, sudah diturunkan di sektor lima peta pencarian,” kata Putu.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii sebelumnya menjelaskan KRI Canopus memiliki sejumlah peralatan untuk membantu pencarian di bawah permukaan laut, antara lain drone bawah air, multibeam echo sounder, dan remotely operated vehicle (ROV).
Peralatan tersebut digunakan untuk mendeteksi dan memetakan kondisi dasar laut, termasuk mencari kemungkinan keberadaan korban ataupun bagian kapal yang berada di bawah permukaan.
Sebanyak 22 armada dikerahkan dalam operasi pencarian, terdiri atas 17 unsur laut dan lima unsur udara. Armada tersebut berasal dari Basarnas, TNI AL, Kepolisian, BNPB, serta unsur terkait lainnya.
Wilayah pencarian dibagi menjadi enam sektor untuk memperluas penyisiran di sekitar lokasi kecelakaan.
114 Korban Telah Ditemukan
Hingga Selasa (15/9) sekitar pukul 09.00 WITA, Basarnas mencatat 114 korban telah ditemukan dari total 243 penumpang KM Virgo Transport 8.
Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan dalam keadaan selamat dan enam orang meninggal dunia. Sementara itu, 129 orang lainnya masih dalam pencarian.
Sebanyak 110 korban telah tiba di Banjarmasin, terdiri atas 108 korban selamat dan dua korban meninggal dunia. Empat korban meninggal lainnya masih dalam proses evakuasi menggunakan armada udara.
Bagi keluarga korban, data tersebut bukan sekadar angka. Mereka masih menunggu kepastian mengenai orang-orang yang mereka cintai.
Mira pun memilih tetap berada di Pelabuhan Trisakti. Ia ingin mendengar langsung kabar dari petugas apabila nama Isna termasuk dalam korban yang berhasil ditemukan.
“Setiap ada kapal yang mengevakuasi sandar di pelabuhan, saya selalu berdoa Isna ada di dalam rombongan para korban yang selamat itu. Tapi sampai saat ini belum ada kabar itu,” tuturnya.
KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA. Kapal tersebut berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).
Tim SAR hingga kini masih melanjutkan pencarian dengan menyisir sejumlah sektor di laut dan menggunakan berbagai peralatan untuk menemukan korban yang belum diketahui keberadaannya.
Di Pelabuhan Trisakti, Mira masih menunggu. Bagi dia, selama belum ada kepastian mengenai Isna, harapan untuk kembali bertemu dengan adiknya belum berakhir.





