BANJARMASIN (kabarpublik.id) – Riyanda (30), salah satu penumpang yang selamat dari tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, menceritakan perjuangannya bertahan di tengah laut dengan berpegangan pada selembar tripleks.
“Setelah terjun dari kapal, saya berpegangan tripleks,” kata Riyanda saat ditemui di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Minggu malam.
Pria asal Cilacap, Jawa Tengah, itu mengaku pertama kali menyadari kapal dalam kondisi darurat setelah mendengar suara riuh penumpang yang panik pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 23.30 Wita.
Saat itu, Riyanda sedang tertidur. Dia kemudian terbangun dan segera mencari jalan keluar dari kapal yang mulai miring.
“Posisi kapal sudah miring. Saya langsung mencebur ke laut dengan mengenakan baju pelampung yang ada di kapal,” ujarnya.
Namun, upaya menyelamatkan diri tidak mudah. Saat terjun ke laut, Riyanda sempat membentur lambung kapal hingga mengalami luka di bagian dahi.
Setelah berada di laut, dia terombang-ambing selama sekitar satu jam. Riyanda juga sempat menelan cukup banyak air laut karena dihantam ombak yang tinggi.
Dalam kondisi tersebut, dia kemudian berhasil meraih sebuah sekoci milik Kapal Virgo Transport 8 yang terlepas. Sekoci itu kemudian digunakan untuk menampung empat orang.
Tidak lama kemudian, kapal MV Haida melintas dan memberikan pertolongan. Riyanda bersama 69 penumpang lainnya kemudian dievakuasi dan dibawa ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada Minggu malam.
Meski telah berhasil diselamatkan, Riyanda mengaku masih mengalami trauma. Kekhawatirannya semakin besar karena empat rekannya yang berangkat bersamanya dari Cilacap hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Riyanda sebelumnya berangkat bersama lima rekannya dari Cilacap menuju Banjarmasin untuk bekerja di perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Selatan.
Dari enam orang tersebut, baru Riyanda dan satu rekannya yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sementara empat orang lainnya masih dalam pencarian.





