SEBAGIAN JAMAAH MENOLAK DI KARANTINA, HINGGA MEMINTA DPRD MENGELAR RDP, INI PENYAMPAIAN BUPATI BUOL

BUOL, SULTENG1032 Dilihat

Laporan : Taufik Dj Panua (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba

BUOL [KP] – Sesuai update data Tim Gugus Tugas Covid-19 Buol, Rabu (29/04/2020) bahwa positif Covid-19 bertambah 5 orang dengan total sekarang berjumlah 9 orang,  ODP bertambah 6 dengan total berjumlah 73 orang sementara PDP masih 0 dari 5 orang yang terkorfirmasi positif baru dengan asal Kecamatan Biau 1 orang, Gadung 1 orang, Palele 2 orang, Palele Barat 1 orang.

Semetara itu Bupati Buol Amirudin Rauf memberikan penyampaian, Rabu (29/04/2020) agar tidak terjadi kesalahpahaman sesama kaum muslim.

Berikut penyampaian Bupati Buol Amirudin Rauf :

“Saudaraku Arifin dan saudaraku jamaah yang saya hormati, tidak ada niat sebiji zarahpun untuk mengdiskreditkan kelompok tertentu termasuk jamaah Tabliqh. Apa yang dilakukan pemerintah sekarang ini semata mata untuk melindungi seluruh rakyat Buol dari penularan Covid-19. Sebagai pimpinan di negeri ini, saya mempertanggungjawabkan itu bukan saja di dunia tapi dihadapan Allah SWT.

Perlu saya jelaskan sedikit tentang tracking atau pelacakan. Salah satu metode yang digunakan di dunia saat ini untuk memutuskan rantai penularan Covid-19 adalah tracking. Tracing dilakukan terhadap orang yang memiliki potensi terpapar Covid-19,” kata Bupati Buol.

Siap mereka itu? Bupati Buol menjelaskan antara lain mereka yang memiliki riwayat perjalanan dari zona merah atau pernah kontak dengan orang yang dinyatakan positif Covid-19 atau mereka yang dalam riwayatnya pernah mendatangi satu tempat yang telah terbukti banyak orang terpapar dari tempat tersebut.

Lalu mengapa Pemda fokus terhadap saudara saudara kita jamaah Tabliqh. Beberapa pertimbangan diantaranya kata Bupati Buol :

Pasien Pertama jelas Bupati, hasil konfirmasi positif kebetulan supir yang mengangkut jamaah Tabliqh untuk ijtima di Gowa. Maka sesaui protap, semua penumpangnya harus dilacak dengan pemeriksaan rapid test, hasilnya sebagian positif.

Ditambahkannya pula, pasien Kedua yang dikonfirmasi positif juga saudara kita jamaah Tabliqh dari ijtima Gowa. Dan hari ini seperti yang kita telah ketahui lima lagi positif, padahal tidak ada gejala. Bisa dibayangkan bagaimana kalau mereka tidak di karantina, sudah berapa banyak orang yang tertular.

“Idealnya memang semua warga yang berasal dari zona merah harus di tracing dan rapid test. Namun sayang bahan rapid test kita terbatas, demikian juga untuk bahan Swab, sementara untuk memperolehnya sangat sulit. Untuk mengatasi kekurangan ini di tempuh dengan karantina mandiri selama 14 hari,” kata Bupati Amirudin Rauf.

Jadi sekali lagi tegas Bupati, tracing ini semata untuk memutuskan rantai penularan, melindungi keluarga atau warga yang lainnya.

“Sayang sebagian dari saudara kita jamaah Tabliqh masih belum kooperatif, seperti penolakan petugas di Kecamatan Gadung dan Lakea. Bahkan sedikit aneh tapi nyata saudara saudara kita ini bukan hanya menolak bahkan membawa masalah ke DPRD yang Insyallah akan digelar RDP nya Besok (kejadian pertama di republik ini) kerena di tempat lain orang mengejar untuk bisa rapid test,” ungkap Bupati.

Bupati pun memohon agar semua ini dipahami oleh semua pihak, langkah pemerintah ini untuk menolong warga juga mungkin untuk anak istri.#[KP]

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar