Breaking News
Live Update Berita Terkini

Dokter Mata: Kompres Hangat dan Dingin Efektif Redakan Keluhan pada Kelopak Mata

Rabu, 3 Jun 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Arsip foto - Aktris Yuki Kato mencoba fasilitas pemeriksaan mata kering di salah satu stan yang tersedia usai mengikuti sebuah konferensi pers di Jakarta, Jumat (7/11/2025). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)
Dengarkan dgn suara Siap
9.3K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Kompres hangat maupun dingin dapat menjadi terapi pendukung yang efektif untuk membantu meredakan berbagai keluhan pada mata, mulai dari mata kering hingga pembengkakan akibat cedera ringan pada kelopak mata.

Dokter spesialis mata, dr. Tri Wahyu, Sp.M, menjelaskan bahwa kompres hangat sangat bermanfaat bagi masyarakat yang sering mengalami mata kering akibat terlalu lama menatap layar komputer atau gawai, berada di ruangan berpendingin udara, maupun terpapar debu, asap, dan angin.

“Untuk teman-teman yang sering mengalami mata kering karena terlalu lama di depan monitor, berada di ruangan ber-AC, atau terpapar debu dan asap, kompres hangat sangat membantu meredakan keluhan tersebut,” ujar Tri dalam diskusi kesehatan mata di Jakarta, Rabu (3/6).

Dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Pondok Indah Puri Indah itu menjelaskan, kompres hangat dapat membantu mempercepat proses penyembuhan pada mata kering maupun peradangan ringan. Selain itu, metode ini juga dapat mengurangi rasa lelah pada mata setelah beraktivitas sepanjang hari.

Menurut Tri, kompres hangat bekerja dengan membantu membuka saluran minyak pada kelopak mata sehingga cairan yang terperangkap dapat keluar. Kondisi ini sering terjadi pada kasus bintitan atau pembengkakan di area kelopak mata.

Sementara itu, kompres dingin lebih dianjurkan untuk mengatasi memar atau pembengkakan akibat benturan pada area mata.

“Kompres dingin membantu mengurangi pembengkakan lebih cepat karena dapat mempersempit pembuluh darah yang mengalami kebocoran akibat trauma,” jelasnya.

Tri menambahkan, kompres hangat maupun dingin tergolong aman dilakukan karena bersifat noninvasif dan hanya berfungsi sebagai terapi pendukung. Kompres dapat dilakukan dua hingga tiga kali sehari dengan durasi sekitar lima hingga 10 menit setiap sesi.

Proses kompres dilakukan dalam kondisi mata tertutup menggunakan handuk hangat atau dingin, penutup mata khusus, maupun botol berisi air hangat yang ditempatkan di atas kelopak mata.

Meski demikian, Tri mengingatkan masyarakat untuk segera berkonsultasi dengan dokter apabila pembengkakan tidak kunjung membaik atau keluhan terus berulang pada lokasi yang sama. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti dan menentukan penanganan yang tepat.

Ia menegaskan bahwa deteksi dini dan penanganan yang sesuai sangat penting untuk mencegah gangguan mata berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

No More Posts Available.

No more pages to load.