News Update
Live Update Berita Terkini

Prabowo Buka Peluang Reshuffle Kabinet, Pengamat: Menteri Harus Hasilkan Kinerja Nyata

Jumat, 18 Sep 2026
Editor: Eky
Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta, Minggu (28/6/2026). (ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden)
Dengarkan dgn suara Siap
2.6K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Presiden Prabowo Subianto membuka peluang melakukan perombakan atau reshuffle kabinet menjelang dua tahun masa pemerintahannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam wawancara program Prabowo Menjawab pada Rabu (16/9/26).

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago, menilai pernyataan Prabowo menunjukkan adanya kemungkinan penyesuaian komposisi kabinet untuk menghadapi fase berikutnya pemerintahan.

“Menurut saya, ini bukan sekadar soal mengganti menteri. Prabowo sedang menyiapkan formasi untuk babak kedua. Setelah dua tahun pertama membangun tim, sekarang tantangannya adalah bagaimana tim ini bekerja lebih cepat dan menghasilkan lebih banyak,” kata Arifki, Jumat (18/9/2026).

Menurut Arifki, analogi kabinet sebagai kesebelasan sepak bola yang disampaikan Prabowo menunjukkan bahwa pergantian menteri tidak selalu berkaitan dengan kegagalan seseorang dalam menjalankan tugas.

Dalam sepak bola, pergantian pemain dapat dilakukan karena perubahan strategi, kebutuhan tim, atau kondisi pertandingan. Hal serupa, menurut dia, dapat terjadi dalam pemerintahan.

“Kalau kabinet adalah kesebelasan, Presiden bukan hanya memilih pemain, tetapi juga menentukan formasi. Ketika pertandingan memasuki babak kedua, bisa saja strategi berubah dan pemain yang diturunkan juga berubah,” ujarnya.

Arifki mengatakan memasuki tahun ketiga pemerintahan, ukuran kinerja para menteri akan semakin terlihat melalui capaian konkret.

“Dua tahun pertama adalah masa untuk membangun dan menguji tim. Setelah ini, tidak cukup hanya bisa bermain. Menteri harus bisa mencetak gol. Artinya, program harus berjalan, masalah harus diselesaikan, dan hasilnya harus dirasakan masyarakat,” katanya.

Ia menilai apabila reshuffle benar-benar dilakukan, publik tidak seharusnya hanya berfokus pada nama-nama menteri yang kemungkinan diganti atau masuk ke dalam kabinet.

“Jangan terjebak pada teka-teki nama. Lihat strateginya. Siapa yang masuk harus menjawab kebutuhan apa yang ingin diselesaikan Presiden,” ujar Arifki.

Menurutnya, reshuffle dapat menjadi momentum bagi Prabowo untuk mempercepat pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintah pada paruh kedua masa pemerintahan.

“Yang akan menentukan makna reshuffle bukan banyaknya menteri yang diganti, tetapi seberapa cepat pemerintahan bergerak setelahnya. Kalau pergantian pemain membuat permainan lebih cepat dan lebih efektif, berarti reshuffle punya tujuan yang jelas,” katanya.

Arifki menambahkan, pernyataan Prabowo juga menegaskan bahwa jabatan menteri merupakan posisi yang bergantung pada kebutuhan dan evaluasi Presiden.

“Kursi menteri itu bukan kursi nyaman, tetapi kursi kerja. Ketika Presiden merasa membutuhkan pemain baru, itu bagian dari kewenangan Presiden untuk memastikan pemerintahannya berjalan sesuai target,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.