News Update
Live Update Berita Terkini

UNIFIL: Dalam 3 Hari, 152 Kali Israel Langgar Wilayah Udara Lebanon

Jumat, 18 Sep 2026
Editor: Jamalul Insan
Ilustrasi - Pasukan Israel menyerang Lebanon selatan kendati ada gencatan senjata. ANTARA/Anadolu/py/am.
Dengarkan dgn suara Siap
2.9K pembaca
NEW YORK  (Kabarpublik.id) – Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon (UNIFIL) mencatat 152 pelanggaran wilayah udara Lebanon oleh militer Israel dalam tiga hari terakhir, kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric, Kamis (17/9).

“Rekan-rekan penjaga perdamaian kami di Lebanon melalui UNIFIL terus mengamati aktivitas harian Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di wilayah Lebanon … Penjaga perdamaian mencatat 152 pelanggaran wilayah udara Lebanon oleh IDF dalam tiga hari terakhir,” kata Dujarric dalam sebuah taklimat pers.

Militer Israel juga melancarkan 24 serangan udara dan melanggar perairan berdaulat Lebanon sebanyak delapan kali. Juru bicara tersebut menambahkan bahwa IDF terus menjatuhkan jeriken berisi bahan peledak di daam wilayah operasi misi penjaga perdamaian.

“Sedikitnya 11 ledakan tercatat pada Senin dan Rabu,” kata Dujarric, seraya menambahkan bahwa insiden tersebut terjadi di dekat Al-Mansouri, Lebanon selatan.

“Pada Rabu, sebuah drone tanpa senjata yang berasal dari posisi IDF di sebelah selatan Garis Biru jatuh di dekat posisi UNIFIL di Houla. Drone-drone IDF lainnya kemudian memantau upaya evakuasi drone tersebut,” katanya.

Lebanon dan Israel menandatangani kesepakatan kerangka kerja di Washington, DC, pada 26 Juni yang mengatur gencatan senjata penuh dan pemulihan kendali tentara Lebanon atas wilayah selatan negara tersebut dengan syarat pelucutan senjata Hizbullah.

Pembicaraan mengenai mekanisme pelaksanaannya berlanjut di Roma pada 6-7 Agustus. Meski demikian, serangan Israel terhadap Lebanon terus terjadi hampir setiap hari.

Israel mempertahankan keberadaan militer di Lebanon selatan, yang menyebabkan sebagian besar penduduk setempat terpaksa meninggalkan wilayah tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA (ant)

No More Posts Available.

No more pages to load.