Polres Jayawijaya dan Brimob Tangani Konflik Antarsuku di Wamena

Sabtu, 16 Mei 2026
Aparat Polres Jayawijaya dan Brimob Kompi IV Batalyon B Wamena berjaga-jaga dalam menangani perang antarsuku di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. ANTARA/HO-Humas Polres Jayawijaya.
Dengarkan dgn suara Siap
8.2K pembaca

WAMENA (kabarpublik.id) – Polres Jayawijaya bersama Brimob Kompi IV Batalyon B Wamena terus melakukan penanganan konflik antarsuku yang terjadi di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara mengatakan aparat keamanan berupaya maksimal untuk menghentikan bentrokan dan mencegah jatuhnya korban jiwa tambahan.

“Kami bersama Brimob terus bekerja semaksimal mungkin untuk melerai perang antarsuku ini agar tidak menimbulkan korban jiwa lagi,” ujar Made di Wamena, Sabtu (16/5).

Konflik tersebut melibatkan kelompok suku Hubla dari Kurima dan suku Lanny dari Tiom. Perselisihan dipicu kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada 17 Mei 2024 di Kampung Megapura, Distrik Asolokobal.

Insiden itu kemudian berkembang menjadi aksi saling serang antara kelompok masyarakat Lanny Jaya dengan gabungan warga dari Kurima, Asotipo, dan Asolokobal yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia.

Permasalahan sempat diselesaikan melalui musyawarah adat dengan kesepakatan pembayaran denda adat sebesar Rp2 miliar dan 30 ekor babi.

Namun, pembayaran denda adat pada 6 Mei 2026 disebut belum mencapai kesepahaman sehingga memicu ketegangan baru antarwarga.

Ketidakpuasan tersebut berujung pada aksi penyerangan yang melibatkan massa berjalan kaki melintasi Jembatan Gantung Wouma atau Kali Uwe. Jembatan itu kemudian putus akibat kelebihan beban dan menyebabkan korban jiwa.

Peristiwa tersebut memicu kemarahan kelompok masyarakat Lanny Jaya hingga bentrokan meluas ke beberapa wilayah.

Pada 15 Mei 2026, bentrokan terjadi di sejumlah lokasi, di antaranya kawasan Jalan Diponegoro dan Pasar Wouma.

Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, konflik juga menyebabkan pembakaran rumah dan honai milik warga di sekitar Kali Uwe Wouma.

Polisi menyebut pendataan kerugian materiil masih dilakukan karena situasi keamanan belum sepenuhnya kondusif.

Konflik lain juga terjadi antara kelompok suku Dani dari Wamena dan suku Lanny dari Tiom di Kampung Muai, Distrik Hubikiak, Kabupaten Jayawijaya. Bentrokan tersebut menyebabkan sejumlah warga mengalami luka ringan.

Secara keseluruhan, konflik antarsuku di beberapa lokasi mengakibatkan 21 korban, terdiri atas dua orang meninggal dunia, empat luka berat, dan 15 luka ringan.

Selain itu, sebanyak 609 warga mengungsi ke Mapolres Jayawijaya untuk mencari perlindungan akibat konflik yang terjadi di wilayah Wouma, Wamena.

No More Posts Available.

No more pages to load.