Breaking News
Live Update Berita Terkini

Investasi Batam Capai Rp38,97 Triliun hingga Semester I 2026

Selasa, 18 Agu 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra (kedua kanan) di situs proyek di Batam, Kepri. (ANTARA/HO- BP Batam)
Dengarkan dgn suara Siap
2.2K pembaca

BATAM (kabarpublik.id) – Realisasi investasi di Kota Batam, Kepulauan Riau, mencapai Rp38,97 triliun hingga Semester I 2026. Capaian tersebut setara 55,67 persen dari target investasi sebesar Rp70 triliun sepanjang tahun berdasarkan pemantauan metode bottom-up Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan capaian tersebut menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus meningkat.

“Kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Tugas kita adalah memastikan kepercayaan tersebut dijawab dengan pelayanan yang semakin baik, kepastian berusaha, dan pembangunan infrastruktur yang mendukung kebutuhan investor,” ujar Amsakar dalam keterangan resmi di Batam, Selasa (18/8/2026).

Menurut Amsakar, peningkatan investasi harus diiringi kepastian berusaha, pelayanan publik yang cepat, serta pembangunan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

Sementara itu, berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi Batam pada periode yang sama tercatat sebesar Rp29,89 triliun.

Pada Triwulan I 2026, realisasi investasi Batam sebelumnya tercatat Rp17,48 triliun atau tumbuh 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut berada jauh di atas pertumbuhan investasi nasional yang tercatat 7,2 persen.

Investasi Dorong Penyerapan Tenaga Kerja

Amsakar menegaskan, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari nilai modal yang masuk, tetapi juga dari realisasi proyek dan dampaknya terhadap perekonomian masyarakat.

“Kita tidak boleh berhenti pada angka. Yang paling penting adalah bagaimana investasi ini terus bergerak, proyeknya terealisasi, lapangan kerja tercipta, industri berkembang, dan memberikan multiplier effect bagi ekonomi Batam,” katanya.

Dampak tersebut terlihat dari meningkatnya penyerapan tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja yang terserap melalui investasi di Batam naik dari 30.979 orang pada Semester I 2025 menjadi 40.943 orang pada Semester I 2026.

Dengan demikian, terjadi penambahan 9.964 tenaga kerja atau tumbuh 32,16 persen dalam satu tahun.

Peningkatan tersebut menunjukkan sebagian investasi yang masuk telah memasuki tahap produksi sehingga memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan kesempatan kerja di Batam.

BP Batam Perkuat Pelayanan Investor

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra mengatakan pertumbuhan investasi harus dibarengi peningkatan kualitas pelayanan kepada pelaku usaha.

Menurutnya, investor membutuhkan kepastian sejak proses awal hingga proyek dapat beroperasi dan melakukan pengembangan usaha.

“Pelayanan publik harus cepat, kolaborasi lintas instansi juga semakin kuat, serta berbagai hambatan investasi diselesaikan secara cepat dan terukur. Ini menjadi faktor penting untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor,” ujar Li Claudia.

Ia mengatakan BP Batam bersama para pemangku kepentingan akan memperkuat koordinasi agar kebutuhan investor dapat ditangani secara cepat dan efektif.

“Kita ingin investor tidak hanya datang ke Batam, tetapi juga merasa nyaman untuk berkembang dan melakukan ekspansi di Batam,” katanya.

BP Batam berharap peningkatan investasi tersebut terus berlanjut hingga akhir 2026 sehingga target Rp70 triliun dapat tercapai sekaligus memberikan dampak lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Batam.

No More Posts Available.

No more pages to load.