TASIKMALAYA (kabarpublik.id) – Warga di perbatasan Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengibarkan bendera Merah Putih berukuran 20 x 10 meter di Jembatan Gantung Sukamenak, aliran Sungai Citanduy, Senin (17/8/26).
Pengibaran bendera tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sekitar 300 warga dari dua wilayah ikut terlibat dalam kegiatan yang berlangsung penuh semangat tersebut.
Ketua pelaksana sekaligus pengibar bendera, Fajar Utama, mengatakan ukuran bendera tahun ini jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, warga mengibarkan bendera berukuran 10 x 6 meter.
“Pengibaran tahun ini berbeda karena ukuran benderanya lebih besar. Tantangannya juga lebih berat, terutama saat menarik bendera dari bawah ke atas,” ujar Fajar.
Menurut Fajar, pengibaran bendera di kawasan tersebut telah menjadi agenda rutin warga Kampung Benteng, Kelurahan Sukamenak, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, bersama warga Desa Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis.
Kegiatan berlangsung di Jembatan Gantung Sukamenak yang menghubungkan kedua wilayah. Warga dari Tasikmalaya dan Ciamis berkumpul untuk membentangkan bendera sekaligus mempererat hubungan sosial tanpa memandang batas administrasi.
Fajar berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat silaturahmi serta memberikan dampak positif bagi masyarakat di kedua wilayah.
“Harapannya, silaturahmi antarwarga semakin erat dan keberadaan akses jalan ini juga bisa membantu perekonomian masyarakat,” katanya.
Warga pun antusias menyaksikan pengibaran bendera raksasa tersebut. Salah seorang warga, Ai Tati, mengatakan kegiatan itu memiliki makna lebih dari sekadar seremoni peringatan kemerdekaan.
Menurutnya, Jembatan Gantung Sukamenak menjadi ruang pertemuan warga dari dua wilayah sekaligus memperkuat kebersamaan.
“Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan warga dari dua wilayah sekaligus mempererat tali silaturahmi,” ujar Ai.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan teks Proklamasi. Selanjutnya, lima warga bertugas mengibarkan bendera, yakni Fajar Utama, Rakha Alkahfi, Nanan Sagara, Cepi Rizal, dan Asep Didu.
Kelima pengibar dengan hati-hati menarik tali dari bawah ke atas menggunakan teknik vertikal hingga bendera berukuran 20 x 10 meter tersebut terbentang sempurna.
Setelah upacara, warga melanjutkan kegiatan dengan aksi bersih-bersih di sekitar Sungai Citanduy. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Suasana kemudian semakin meriah dengan berbagai perlombaan air yang diikuti anak-anak, pemuda, hingga orang tua. Rangkaian perayaan ditutup dengan makan bersama menggunakan menu nasi liwet.
Kegiatan tersebut menjadi gambaran semangat kemerdekaan yang diwujudkan melalui persatuan, gotong royong, kepedulian lingkungan, dan kebersamaan warga di perbatasan Tasikmalaya dan Ciamis.





