BATAM (kabarpublik.id) – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar latihan trimatra terintegrasi di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, sebagai upaya meningkatkan kesiapan operasi gabungan sekaligus menguji interoperabilitas personel dan alat utama sistem senjata (alutsista) dari tiga matra.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas mengatakan latihan tersebut melibatkan TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara dalam satu skenario operasi terpadu.
“Latihan ini bertujuan menunjukkan kesiapan personel dan alutsista TNI serta menguji kemampuan interoperabilitas antar-matra dalam melaksanakan operasi gabungan,” kata Muhammad Nas di Lingga, Selasa (4/8).
Menurutnya, latihan tidak hanya mengukur kesiapan pasukan dan peralatan, tetapi juga memastikan sistem komando dan pengendalian operasi dapat berjalan efektif hingga ke tingkat satuan paling bawah.
Salah satu materi utama yang diuji adalah kemampuan infiltrasi udara melalui penerjunan Kelompok Depan Operasi Lintas Udara (KDOL) di sekitar Drop Zone (DZ) Bandara Dabo Singkep.
Dalam latihan tersebut, sebanyak 25 personel gabungan yang terdiri dari 13 personel Detasemen Matra 2 Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) dan 12 personel Yonif 328 diterjunkan untuk mengamankan daerah sasaran, melakukan pengamatan medan, menandai titik pendaratan, serta memberikan informasi terkait kondisi wilayah dan situasi taktis sebelum pasukan utama diterjunkan.
Operasi ini mengintegrasikan kemampuan pesawat angkut CN-235 milik Skadron Udara 27 Biak, Korpasgat TNI AU, dan prajurit Yonif 328 sebagai bagian dari simulasi operasi gabungan.
Pelaksanaan latihan ditinjau langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono.
Muhammad Nas menjelaskan latihan tersebut juga menjadi bentuk pertanggungjawaban TNI kepada pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kedaulatan negara melalui peningkatan profesionalisme dan kesiapan tempur.
“TNI harus selalu siap menjalankan tugas sesuai amanat undang-undang, baik dalam Operasi Militer untuk Perang maupun Operasi Militer Selain Perang, termasuk menjaga wilayah terluar dan terpencil Indonesia,” ujarnya.
Selain latihan tempur, kegiatan ini juga mencakup Operasi Militer Selain Perang (OMSP) berupa bakti sosial dan bakti kemasyarakatan yang melibatkan lebih dari 12 ribu personel.
Melalui latihan trimatra terintegrasi ini, TNI berharap sinergi dan interoperabilitas antar-matra semakin kuat sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan keamanan dan mendukung sistem pertahanan negara yang lebih efektif.





