BANDUNG (kabarpublik.id) – PT Len Industri (Persero) mengadaptasi disiplin rekayasa sistem pertahanan Radar Ground Control Intercept (GCI) guna memperkuat integrasi ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sistem energi kendaraan listrik dapat bekerja secara presisi, aman, dan terukur.
Pendekatan yang selama ini digunakan dalam sistem pertahanan diterapkan untuk menyelaraskan aliran energi dan pertukaran data antar-komponen penting, mulai dari baterai, sistem kendali, perangkat proteksi, hingga infrastruktur pengisian daya.
Direktur Utama PT Len Industri, Joga Dharma Setiawan, mengatakan bahwa keberhasilan kendaraan listrik tidak hanya ditentukan oleh kualitas kendaraan, tetapi juga oleh keterhubungan seluruh ekosistem energi yang mendukungnya.
Menurutnya, baterai, manajemen daya, sistem proteksi, infrastruktur pengisian daya, dan pengelolaan data harus terintegrasi melalui standar teknis yang jelas agar dapat beroperasi secara optimal.
“Seluruh komponen dalam ekosistem kendaraan listrik membutuhkan persyaratan dan antarmuka teknis yang terukur. Pengalaman Len dalam mengintegrasikan sistem kompleks menjadi modal penting untuk menghadirkan solusi yang disiplin, berbasis data, dan dapat diandalkan,” kata Joga di Bandung, Kamis (13/8).
Kemampuan rekayasa energi Len dibangun dari pengalaman mengintegrasikan sistem kelistrikan berbasis on-grid, off-grid, dan hybrid. Pengalaman tersebut kemudian diperkuat melalui pengembangan motor trail listrik Electrical Bike Sprint.
Motor listrik berdaya 3.000 watt itu memiliki kecepatan maksimum 80 kilometer per jam, jarak tempuh hingga 60 kilometer, serta kapasitas angkut mencapai 190 kilogram. Produk tersebut digunakan sebagai sarana uji untuk memastikan kesesuaian berbagai subsistem sebelum diterapkan pada skala yang lebih luas.
Sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pertahanan dan elektronik, Len menegaskan fokusnya berada pada penyelarasan antarmuka sistem, analisis keterkaitan antar-komponen, serta verifikasi data teknis. Perusahaan tidak mengambil alih peran produsen kendaraan, regulator standar, maupun pihak yang menjamin performa komersial produk.
Melalui pendekatan berbasis bukti dan validasi data teknis, PT Len Industri optimistis dapat mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional yang lebih aman, efisien, mudah dalam perawatan, dan berkelanjutan.




