Laporan : Roni Mulyana (JMSI), Editor : Jumadi / Mahmud
CIMAHI [KP] – Dengan tubuh kurus kering dan mata sayu Abah Enu Ranu (75) warga Rancabentang RT 05 RW 13 Kelurahan Cibereum Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi, tetap gigih mendorong roda mencari rongsokan untuk menghidupi anak dan istrinya yang sudah sakit menahun.
Ditemui didepan sebuah mini market Enu mengaku terpaksa mencari rongsokan dan mengemis untuk menghidupi anak istrinya yang sudah sakit menahun. Istrinya sudah sakit selama bertahun-tahun lalu ia pun harus menghidupi kedua anaknya yang punya penyakit kelainan mental dan gangguan kejiwaan.
“Iya terpaksa namprak (mengemis, red.) karena tidak ada pilihan lain kalo tidak gini gimana buat dirumah, si Ema mah sakit-sakitan ges tahunan jeung budak rada kurang (anak kelainan mental, red.)” ungkapnya ke wartawan kabarpublik.id saat ditemui didepan sebuah minimarket, Selasa (26/05/2020).
Saat ditanya lebih lanjut Enu mengaku tidak mendapatkan bantuan sosial (bansos) atau bantuan lain saat pandemik Covid-19, hanya mendapat bantuan dari orang-orang yang berbelas kasian kepadanya saat sedang mengemis atau mencari rongsokan.
“Nya teu dapat, bansos paling kie weh menang na dinu ngasih-ngasih dijalan atawa nu ngaliwat, duka kunaon teu dapat bansos mah (ya tidak dapat bansos, paling juga dapat dari orang yang ngasih dijalan, entah kenapa gak dapat bansos),” keluhnya.
Dilain pihak Ketua RT 05 RW 13 Kelurahan Cibeureum, Juju saat dikonfirmasi wartawan kabarpublik.id mengatakan Abah Enu tidak didata untuk bansos karena ada catatan dari kelurahan bahwa Abah Enu dulu tercatat dalam program penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) sehingga tidak didata bansos.
“Iya Abah Enu tidak didata bansos karena berdasarkan data dari kelurahan mendapatkan BLT, kita mah nurut aja berdasarkan perintah kelurahan,” tandasnya. #*[KP]





