JAKARTA (kabarpublik.id) – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah segera mempercepat pendataan korban dan kerusakan akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8). Langkah cepat dinilai penting agar bantuan dan penanganan bagi warga terdampak dapat segera dilakukan secara tepat sasaran.
Puan juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia serta mendoakan para korban luka agar segera pulih.
“Pimpinan DPR menyampaikan keprihatinan atas bencana gempa besar di NTT. Pemerintah harus bergerak cepat untuk menangani dampak gempa dan merespons kebutuhan warga terdampak,” kata Puan dalam keterangannya.
Pendataan Jadi Kunci Penanganan
Menurut Puan, proses pendataan yang cepat dan akurat akan mempermudah pemerintah dalam menentukan langkah penanganan darurat maupun pemulihan pascabencana.
Ia meminta bantuan logistik segera didistribusikan secara merata, terutama kepada warga yang kehilangan tempat tinggal dan masyarakat yang berada di daerah dengan akses terbatas.
“Pendataan yang cepat akan membantu memastikan seluruh kebutuhan korban dapat segera dipenuhi,” ujarnya.
Pengungsian Harus Ramah Kelompok Rentan
Puan juga menekankan pentingnya penyediaan tempat pengungsian yang aman dan nyaman bagi warga terdampak.
Menurutnya, pemerintah harus memastikan lokasi pengungsian memperhatikan kebutuhan kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, penyandang disabilitas, serta warga yang memiliki penyakit bawaan.
“Apabila ada warga yang mengungsi, pastikan tempat pengungsian aman dan nyaman serta ramah bagi kelompok rentan,” katanya.
Minta Pemantauan Tetap Dilakukan
Gempa tektonik berkekuatan sekitar magnitudo 7 yang mengguncang NTT pada Sabtu pagi sempat memicu peringatan dini tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Meski peringatan tsunami telah dicabut, Puan meminta pemerintah tetap melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi di wilayah terdampak dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat.
Ia juga mengimbau warga untuk sementara waktu menghindari aktivitas di kawasan pesisir hingga situasi benar-benar dinyatakan aman.
Wisatawan Terdampak Perlu Perhatian
Selain warga lokal, Puan meminta pemerintah memberikan perhatian khusus kepada wisatawan yang terdampak gempa, terutama yang berada di kawasan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.
Menurutnya, wisatawan yang mengalami kerusakan tempat menginap atau kesulitan akibat bencana harus mendapatkan bantuan dan pendampingan yang memadai.
“Pemerintah harus memastikan para wisatawan yang terdampak mendapatkan pertolongan, terutama bagi mereka yang tempat menginapnya mengalami kerusakan,” ujarnya.
Edukasi Gempa Susulan Harus Diperkuat
Terkait potensi gempa susulan, Puan meminta pemerintah dan instansi terkait terus menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat untuk mencegah munculnya kepanikan maupun informasi yang menyesatkan.
Ia juga mendorong peningkatan edukasi kebencanaan agar masyarakat lebih siap menghadapi kemungkinan bencana susulan.




