JAKARTA (kabarpublik.id) – Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto mengungkapkan dirinya baru mendapat informasi mengenai penunjukannya sebagai Kapolri oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (1/10/2026) pagi.
Informasi tersebut diterimanya dari pihak Istana. Suyudi kemudian langsung mempersiapkan diri untuk mengikuti uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test di Komisi III DPR RI.
“Kami baru mendapatkan informasi tadi pagi sehingga kami langsung mempersiapkan diri untuk melaksanakan paparan proper test,” kata Suyudi seusai dilantik sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis.
Suyudi mengatakan dirinya mendapat informasi tersebut dari pimpinan di Istana. Namun, dia tidak menyebutkan nama maupun jabatan pejabat yang menyampaikan informasi tersebut.
Pencalonan Suyudi sebagai Kapolri mendapat persetujuan secara aklamasi dalam uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR RI. Proses tersebut berlangsung sekitar 30 menit.
Setelah mendapat persetujuan Komisi III, pencalonan Suyudi disetujui DPR RI dalam Rapat Paripurna Ke-8 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Presiden Prabowo kemudian melantik Suyudi sebagai Kapolri baru dalam prosesi yang berlangsung di Istana Negara pada Kamis sore.
Suyudi mengatakan dirinya sebenarnya belum mengetahui adanya pencalonan sebagai Kapolri ketika menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo pada Selasa (29/9).
Saat itu, Suyudi masih menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.
“Kami sudah punya konsep-konsep, tentunya tadi dengan waktu yang terbatas, kami matangkan kembali,” ujarnya.
Dalam rapat terbatas tersebut, Suyudi membahas sejumlah persoalan terkait narkotika bersama Presiden Prabowo dan sejumlah pejabat negara.
Beberapa di antaranya menyangkut rehabilitasi pengguna narkotika, edukasi, kapasitas lembaga pemasyarakatan yang mengalami kelebihan penghuni atau overcapacity, serta peredaran narkotika di dalam lapas.
“Kami hadir di kegiatan tersebut tentunya untuk kegiatan rapat bersama kementerian terkait, membicarakan rehabilitasi dan juga terkait edukasi, terutama fokusnya rehabilitasi untuk menangani para pengguna yang masih terjadi, dan kapasitas lapas itu sendiri kelebihan, overcapacity, kemudian juga peredaran narkotika di dalam lapas,” kata Suyudi.
Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Kepala BRIN Arif Satria.





