MEDAN (kabarpublik.id) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Sumatera Utara berpotensi diguyur hujan ringan pada Sabtu (8/8/26), terutama pada siang hingga malam hari.
Prakirawan BBMKG Wilayah I, Defri Mandoza, mengatakan cuaca pada pagi hari umumnya berawan di hampir seluruh wilayah Sumatera Utara.
Memasuki siang hingga sore, hujan ringan diperkirakan terjadi di sejumlah daerah, antara lain Asahan, Langkat, Dairi, Humbang Hasundutan, Karo, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Padang Lawas Utara, Pakpak Bharat, Samosir, Simalungun, Toba, Kepulauan Nias, dan wilayah sekitarnya.
Pada malam hari, potensi hujan ringan masih berlanjut di sebagian besar wilayah Sumatera Utara. Sementara pada dini hari, kondisi cuaca diperkirakan kembali didominasi langit berawan.
BMKG mencatat suhu udara di Sumatera Utara berkisar antara 15 hingga 35 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 60 hingga 100 persen. Angin diprediksi bertiup dari arah barat daya hingga selatan dengan kecepatan 5–20 kilometer per jam.
Selain prakiraan cuaca, BMKG juga melaporkan hasil pemantauan titik panas (hotspot) pada 6 Agustus 2026. Sebanyak 11 titik panas terdeteksi di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, dan Toba.
Di sektor maritim, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan mengingatkan adanya potensi gelombang tinggi di beberapa perairan Sumatera Utara pada 8–10 Agustus 2026.
Prakirawan BMKG Maritim Belawan, Christen Ordain Novena, menjelaskan gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Perairan Barat Kepulauan Nias, serta Perairan Barat Kepulauan Batu.
Sementara itu, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Kepulauan Batu, Perairan Barat Sumatera Utara, dan Perairan Timur Kepulauan Nias.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku aktivitas pelayaran, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat memengaruhi keselamatan di laut.





