Breaking News
Live Update Berita Terkini

Indonesia dan India Perkuat Kerja Sama Budaya, Target Restorasi 100 Candi Prambanan Rampung Sebelum 2029

Sabtu, 8 Agu 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon (kanan) bertemu dengan Menteri Kebudayaan India Gajendra Singh Shekhawat (kiri) di sela acara XI BRICS Culture Ministers’ Meeting di Bhopal, Madhya Pradesh, India, Jumat (7/8/2026). (ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan)
Dengarkan dgn suara Siap
2.5K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Pemerintah Indonesia dan India memperkuat kerja sama di bidang kebudayaan yang mencakup pelestarian warisan budaya, pertukaran budaya, hingga penguatan hubungan antar-masyarakat. Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dan Menteri Kebudayaan India Gajendra Singh Shekhawat di sela XI BRICS Culture Ministers’ Meeting di Bhopal, Madhya Pradesh, India, Jumat (7/8).

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah tindak lanjut kerja sama restorasi 100 Candi Perwara di kompleks Candi Prambanan. Dalam program tersebut, Indonesia dan India masing-masing akan merestorasi 50 candi dengan target penyelesaian sebelum 2029.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengatakan proyek tersebut menjadi simbol kemitraan strategis kedua negara dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat transfer pengetahuan dan keahlian di bidang konservasi.

Selain restorasi candi, kedua negara juga membahas keberadaan Prasasti Pucangan atau Calcutta Stone yang saat ini tersimpan di Indian Museum, Kolkata. Pemerintah Indonesia terus membuka jalur diplomasi untuk mengupayakan pemulangan prasasti bersejarah tersebut ke tanah air.

Kerja sama budaya Indonesia dan India juga diperluas melalui Cultural Exchange Programme Indonesia–India 2025–2028. Program ini mencakup residensi seniman, pemberian beasiswa, sekolah lapangan arkeologi, riset bersama, produksi film kolaboratif, hingga digitalisasi arsip warisan budaya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri turut membahas penyelenggaraan Tagore–Dewantara Year 2026–2027 untuk memperingati 100 tahun kunjungan sastrawan dan peraih Nobel Rabindranath Tagore ke Indonesia. Program tersebut diharapkan menjadi momentum mempererat kerja sama di bidang kebudayaan, pendidikan, sastra, akademik, dan pertukaran pemuda.

Fadli Zon menegaskan bahwa kebudayaan merupakan salah satu pilar penting dalam Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–India. Karena itu, pemerintah berkomitmen memperluas kolaborasi yang memberikan manfaat bagi kedua negara.

Sementara itu, Gajendra Singh Shekhawat menilai hubungan historis yang telah terjalin lama antara Indonesia dan India menjadi fondasi kuat untuk meningkatkan kerja sama budaya di masa depan.

Ia menyebut ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan meliputi pelestarian warisan budaya, konservasi manuskrip berbasis teknologi, hingga rencana penyertaan kapal pinisi Indonesia di Kompleks Maritim Nasional India.

Pertemuan bilateral tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat diplomasi budaya sekaligus mempererat hubungan strategis Indonesia dan India melalui pelestarian warisan sejarah dan pengembangan kerja sama lintas sektor kebudayaan.

No More Posts Available.

No more pages to load.