News Update
Live Update Berita Terkini

Reza Arap Akui Kesulitan Mengarahkan Tepe di Film Debutnya, ‘Harusnya Horror’

Kamis, 13 Agu 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Sutradara sekaligus aktor Reza Oktovian atau Reza Arap (ketiga kiri) bersama George Tierison (kiri), Niko Junius (ketiga kanan), Garry Andriawan (kanan), Ariyanto (kedua kanan), dan Teguh Prakoso (kedua kiri) menyampaikan keterangan saat konferensi pers tentang film "Harusnya Horror" di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026). (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)
Dengarkan dgn suara Siap
7.6K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Reza Oktovian atau Reza Arap mengungkapkan tantangan terbesar yang dihadapinya saat menyutradarai film komedi fantasi Harusnya Horror. Film tersebut menjadi debut Reza sebagai sutradara dan dijadwalkan tayang di bioskop mulai 20 Agustus 2026.

Dalam acara pemutaran perdana film di Jakarta Selatan, Kamis (13/8), Reza mengaku paling kesulitan mengarahkan Teguh Prakoso atau Tepe yang menjadi salah satu pemeran dalam film tersebut.

Menurut Reza, proses pengambilan gambar bersama Tepe harus diulang berkali-kali karena kebiasaan berkedip saat berbicara membuat adegan sulit mendapatkan hasil yang sesuai.

“Yang paling sulit diarahkan adalah Tepe. Kami sampai mengulang belasan kali pengambilan gambar karena harus menunggu dia berhenti berkedip saat berbicara,” ujar Reza.

Di sisi lain, Tepe mengakui dirinya memang kesulitan mengontrol refleks matanya saat berbicara di depan kamera. Ia juga mengaku kerap terbata-bata ketika menjalani proses syuting.

Meski demikian, Tepe memberikan apresiasi kepada Reza Arap yang dinilainya mampu membagi porsi peran secara seimbang kepada sembilan anggota AAA Clan yang terlibat dalam film tersebut.

Selain membahas proses produksi, Reza juga menyampaikan penghormatan khusus kepada mendiang Lula Lahfah dalam pemutaran awal film. Menurutnya, Lula memiliki kontribusi dan kenangan yang menjadi bagian penting dari perjalanan film tersebut.

Reza mengatakan dirinya sengaja menyediakan satu tempat khusus sebagai bentuk penghormatan kepada Lula saat acara penayangan perdana.

“Saya akan terus merayakan Lula karena film ini juga menjadi bagian dari warisan dan kenangannya,” kata Reza.

Film Harusnya Horror mengusung genre komedi fantasi dan menjadi salah satu proyek yang mempertemukan para kreator konten dari AAA Clan dalam layar lebar.

No More Posts Available.

No more pages to load.