News Update
Live Update Berita Terkini

Mahasiswa Psikologi UBP Karawang Hadirkan Ruang Ekspresi bagi Anak Panti Daarul Hasanah

Rabu, 12 Agu 2026
Editor: Eky
Dengarkan dgn suara Siap
15.7K pembaca

KARAWANG (kabarpublik.id) – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan (BEM FPSI UBP) Karawang menggelar kegiatan SOULCARE (Spiritual and Emotional Care) di Panti Asuhan Daarul Hasanah, Karawang, Selasa (11/8/26). Program ini menjadi ruang bagi anak-anak panti untuk bercerita, berekspresi, dan mengenali emosi melalui berbagai aktivitas kreatif.

Kegiatan yang berlangsung selama dua jam tersebut diikuti 39 mahasiswa dan 11 anak asuh. Beragam aktivitas digelar, mulai dari psikoedukasi emosi, art journey, melukis totebag, sesi berbagi cerita, permainan interaktif, hingga penyaluran donasi.

Ketua pelaksana kegiatan menjelaskan, SOULCARE dirancang sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang menghubungkan ilmu psikologi dengan kebutuhan sosial di lingkungan sekitar. Melalui pendekatan seni dan interaksi langsung, anak-anak diajak mengekspresikan perasaan mereka dalam suasana yang aman dan menyenangkan.

Bagi Panti Asuhan Daarul Hasanah, kegiatan seperti ini memiliki nilai lebih dari sekadar bantuan materi. Kehadiran mahasiswa yang meluangkan waktu untuk mendengarkan, berdialog, dan berkarya bersama memberikan pengalaman sosial baru bagi anak-anak.

Rangkaian kegiatan diawali dengan psikoedukasi mengenai emosi dan art journey. Suasana kemudian dibuat lebih cair melalui sesi perkenalan dan ice breaking sebelum anak-anak mengikuti kegiatan utama, yaitu melukis totebag.

Dalam kelompok kecil, anak-anak didampingi mahasiswa untuk menuangkan ide dan kreativitas mereka ke dalam karya masing-masing. Setiap hasil lukisan memiliki cerita yang berbeda, mencerminkan pemikiran dan ekspresi pribadi setiap anak.

Usai melukis, peserta diajak mengikuti sesi berbagi untuk menceritakan makna di balik karya yang mereka buat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kuis dan permainan ringan sebelum ditutup dengan doa bersama dan dokumentasi.

Ketua Panti Asuhan Daarul Hasanah, Runi Akmalia, mengatakan anak-anak membutuhkan lebih dari sekadar pemenuhan kebutuhan dasar. Menurutnya, pengalaman sosial dan interaksi dengan lingkungan luar juga berperan penting dalam proses tumbuh kembang mereka.

“Anak-anak memang membutuhkan pendidikan, tempat tinggal, dan kebutuhan hidup yang layak. Namun mereka juga perlu didengarkan, bertemu banyak orang, serta memiliki ruang untuk mengekspresikan apa yang mereka pikirkan dan rasakan. Kehadiran mahasiswa yang meluangkan waktu bersama mereka memiliki makna yang sangat besar,” ujar Runi.

Ia menambahkan, salah satu tantangan lembaga pengasuhan adalah memastikan anak-anak tetap terhubung dengan masyarakat luas agar tidak tumbuh dalam lingkungan yang terlalu terbatas.

Panti Asuhan Daarul Hasanah sendiri berdiri sejak 2010 atas prakarsa H. Mansyur dan keluarga sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan pengasuhan dan dukungan pendidikan. Hingga kini, panti tersebut terus berfungsi sebagai tempat tinggal sekaligus ruang tumbuh bagi anak-anak di Karawang.

Sementara itu, pengurus panti Bella Sandra Tiana menilai kegiatan yang melibatkan mahasiswa memberikan pengalaman berharga karena anak-anak tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga terlibat aktif dalam setiap aktivitas.

“Anak-anak senang ketika ada mahasiswa yang datang dan mengajak mereka berinteraksi. Mereka bisa berkarya, memilih sendiri apa yang ingin dibuat, lalu menceritakan hasilnya. Pengalaman sederhana seperti ini sering kali menjadi kenangan yang membekas bagi mereka,” kata Bella.

Kegiatan SOULCARE juga menunjukkan bagaimana mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang dipelajari di kampus untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Bagi anak-anak panti, beberapa jam kebersamaan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal hal baru, membangun kepercayaan diri, dan memperluas pandangan tentang masa depan mereka.

No More Posts Available.

No more pages to load.