Laporan : Yadi / Editor : YR
TERNATE [Kabarpublik.id] – Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate akan terus mendorong pelaku UKM dan koperasi di Kota Ternate, yaitu melalui kegiatan pelatihan penguatan kapasitas yang akan dilaksanakan beberapa hari kedepan.
Pelatihan yang akan dilakukan adalah untuk memberikan penguatan – penguatan atau keterampilan yang berkaitan dengan tugas bagi pengelolaan pengurus koperasi maupun pelaku UKM. Ini disampaikn oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate, Hadi Hairudin di kantor.
Menurutnya, supaya mereka bisa berkembang lewat pelatihan ini kaitan dengan bagaimana mengelola usaha berbasis IT atau pengelolaan usaha berbasis digitalisasi, baik itu dalam proses pengelolaan keuangannya, persoalan dengan promosinya, atau proses yang berkaitan jual beli.
“Artinya ada transaksi-transaksi yang digunakan antara produsen dan konsumen. Apalagi dimasa pandemi Covid ini generasi milenial lebih banyak memanfaatkan media teknologi, oleh karena itu, perlu dilatih, sehingga mereka bisa memahami bagaimana mengelola usaha berbasis IT,” ucap Hadi di ruang kerjanya, Selasa (5/04/2022).
Lebih lanjut, dan mempermuda mereka dalam mengembangkan usahanya,membuat pelaporan -pelaporan, dan atau pembukuan terutama bagi pengurus koperasi. Jadi sistem yang digunakan tentu lebih cepat membuat sebuah administrasi berkaitan dengan manajemen itu lebih cepat bila dibandingkan dengan sistem manual.
“Kalau sistem manual itu memakan waktu yang cukup lama bila dibandingkan IT. Begitu juga dengan sistem promosi . Promosi itu kan paling tidak berupaya untuk mengembangkan, supaya orang bisa mengetahui, memahami,usaha-usaha apa saja yang menjadi produk-produk unggulan kita,” ujarnya.
Maka minimal harus penguatan media juga, agar bisa diketahui orang banyak, dan juga transaksi jual beli melalui media online sekarang. Olehnya itu, prinsipnya pelaku usaha tidak bisa tertinggal dengan tuntutan zaman. “Maka kita harus terus dorong, sehingga paling tidak mereka juga bisa menyesuaikan teknologi, agar mereka mampu mengembangkan usaha dengan memanfaatkan media sebagai sarana untuk mempromosikan semacam lewat pasar online atau modern,” kata Hadi.
Hadi katakan, jadi sistem-nya tidak lagi antara para pembeli, dan penjual bertemu, tapi melalui online, sebab itu lebih cepat bila dengan sistem manual. “Kedepan kita dorong, agar kita tidak tertinggal dengan perkembangan yng ada,” ucap nya sembari mengungkapkan, apalagi saat ini dimana pemerintah pusat lagi berusaha untuk mendorong koperasi mulai dari 2022-2024 nanti.
Itu ada lima rasi koperasi modern di Indonesia. Koperasi modern, yaitu artinya koperasi berbasis digital, maka sudah barang tentu Maluku Utara, khususnya Kota Ternate tidak bisa ketinggalan apa yang menjadi program pemerintah. “Kita kan tetap dorong koperasi kita, agar masuk dalam pemenuhan syarat yang ditetapkan pemerintah, yaitu 500 koperasi modern di Indonesia sampai 2024, maka kita akan terus dorong dan benahi koperasi yang ada di Kota Ternate,” katanya.
Kemudian program kedua adalah bagaimana supaya bisa mendorong 30 juta UMKM yang ada di Indonesia itu untuk masuk pada reformasi Digitalisasi. “Oleh karena itu, kita juga akan melakukan pendataan dengan melibatkan petugas dengan berbagai syarat. Kira-kira UKM apa-apa saja yang bisa masuk dalam program Digitalisasi, sehingga paling tidak semua bisa terkoneksi, supaya mempermudah dalam pengelolaan UMKM di Kota Ternate dan Maluku Utara pada umumnya,” paparnya.
Selain itu, untuk peserta yang akan mengikuti pelatihan, ia katakan, pihaknya sesuaikn dengan qouta, yakni bisa saja 40 orang. Untuk kegiatan pelaksanaan belum bisa dipastikan, tapi yang jelas di tahun ini akan dilaksanakan pelatihan.
Hadi juga menambahkan, program pelatihan ini, adalah program rutin Dinas Koperasi di dalam setiap tahun untuk melaksanakan kegiatan ini. Tahun kemarin pelaku usaha sebagian sudah mengikuti, maka yang belum diikut sertakan, sehingga Step By Step semua pelaku usaha bisa mengikuti pelatihan, supaya paling tidak bisa mendapatkan sertifikat, izin usaha, dan tentu saja mempermudah mereka mendapatkan fasilitas dalam bentuk bantuan modal lewat perbankan atau sejenisnya,” pungkasnya.#[KP]






