LAMPUNG (kabarpublik.id) – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menggelar silaturahmi Idulfitri bersama kepala desa penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung, Jumat. Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, serta Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah.
Dalam kesempatan itu, Menhut mensosialisasikan proyek percontohan pembiayaan berkelanjutan di TNWK. Program ini bertujuan memperkuat konservasi sekaligus memberdayakan masyarakat lokal melalui pendekatan ekonomi hijau.
Selain itu, dilakukan soft launching pembangunan pembatas (barrier) untuk mengurangi konflik manusia dengan gajah liar. Pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam melindungi masyarakat dan menjaga populasi gajah Sumatra.
“Presiden memberikan perhatian khusus terhadap Way Kambas, termasuk perlindungan gajah dan penyelesaian konflik manusia-gajah,” ujar Raja Juli Antoni.
Dorong Pembiayaan Inovatif
Raja Juli menjelaskan, pengelolaan taman nasional selama ini masih bergantung pada APBN yang terbatas. Akibatnya, berbagai ancaman seperti perambahan, perburuan liar, kebakaran hutan, dan konflik satwa masih terjadi.
Untuk itu, pemerintah mendorong model pembiayaan baru melalui skema campuran (blended finance), termasuk obligasi keanekaragaman hayati, kredit karbon, dan pengembangan ekowisata.
TNWK dipilih sebagai proyek percontohan karena merupakan habitat penting bagi gajah Sumatra, badak Sumatra, dan harimau Sumatra yang berstatus kritis.
Melalui skema ini, perusahaan dapat membeli kredit karbon dari kegiatan konservasi. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk pemulihan ekosistem dan operasional kawasan secara berkelanjutan.
“Program ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keanekaragaman hayati,” jelasnya.
Pemberdayaan Masyarakat
Program ini juga melibatkan masyarakat sekitar dalam kegiatan konservasi, seperti penanaman pohon, perlindungan hutan, hingga pengembangan pariwisata berbasis komunitas.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut karena dinilai mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Konservasi harus memberi dampak nyata bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Barrier untuk Kurangi Konflik Gajah
Sebagai langkah konkret, pemerintah memulai pembangunan barrier sepanjang 138 kilometer di sekitar TNWK.
Infrastruktur ini dirancang untuk mencegah masuknya gajah liar ke permukiman warga.
Selama ini, konflik manusia dan gajah di kawasan tersebut kerap menimbulkan kerugian ekonomi hingga korban jiwa. Pembangunan pembatas diharapkan menjadi solusi jangka panjang.
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyebut proyek ini sebagai harapan baru bagi masyarakat.
“Ini menjadi awal perubahan besar, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun konservasi,” katanya.






