Laporan : Serman Tahala
Editor : Andi
GORONTALO [kabarpublik] – Tumbilotohe merupakan tradisi masyarakat Gorontalo masa lampau yang sudah berlangsung sejak abad ke-15 Masehi. Tradisi ini dilaksanakan pada 3 malam terakhir menjelang Hari raya Idul Fitri tanggal 27 – 30 ramadan.
“Tumbilotohe atau malam pasang lampu yang dilaksanakan masyarakat Gorontalo pada malam ke-27 Ramadhan, harus terus dibudayakan dan dilestarikan.” Ucap Sekretaris Daerah Boalemo Dr. H. Sherman Moridu, S.Pd.,MM saat ditemui usai menyalakan lampu secara simbolis bersama Bupati Boalemo di rumah dinas jabatan bupati boalemo, Kamis (28/04/2022).
Lanjut kata Sekda Sherman “tradisi ini harus terus dikembangkan dan dilestarikan sebab telah menjadi salah satu destinasi wisata religi di Provinsi Gorontalo. Tradisi dan warisan leluhur telah menjadi kekayaan budaya yang jika dikemas dengan baik, tentunya akan menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Provinsi Gorontalo, oleh karena itu perayaan Tumbilotohe maupun tradisi-tradisi lainnya, harus dilaksanakan sebaik-baiknya.”
Dalam kesempatan itu, Sekda Sherman juga meminta kepada masyarakat agar bersama-sama selalu menciptakan suasana yang kondusif, untuk memperteguh kearifan budaya lokal dan memberi ruang untuk terciptanya karya dan budaya seni lokal.
“Tradisi Tumbilotohe tidak hanya dijadikan sebagai warisan budaya di provinsi Gorontalo namun juga merupakan bagian dari budaya nasional. Oleh karena itu kelestariannya patut di jaga dan dikembangkan untuk kepentingan masyarakat pemiliknya, baik itu sebagai sarana konservasi budaya.” Tandasnya. #KP





