JAKARTA (Kabarpublik.id) – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung penyelenggaraan Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pekan lalu. Event ini merupakan ajang promosi dan bisnis yang mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan ratusan buyer dari berbagai pasar domestic dan internasional.
Menurut Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, WITF 2026 menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan industri dalam memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di pasar global.
“Kami sangat mengapresiasi WITF 2026 digerakkan langsung oleh industri. Tahun ini, WITF mempertemukan sekitar 250 hingga 300 buyer dari 45 negara dan kami senang dapat mendukung inisiatif ini serta menantikan terjalinnya kemitraan dan peluang baru dalam perluasan promosi maupun akses pasar melalui kegiatan ini,” ujarnya melalui siaran pers dikutip Selasa (20/10).
Pameran ini dirancang sebagai wadah pertemuan bisnis antarpelaku industri pariwisata (business-to-business/B2B) sekaligus sarana promosi langsung kepada konsumen (business-to-consumer/B2C). Selain pameran, WITF 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, antara lain forum diskusi (talkshow), welcome dinner, serta pre-tour dan post-tour untuk memperkenalkan beragam potensi destinasi dan produk pariwisata Indonesia.
Widiyanti memaparkan data, sepanjang Januari-Agustus 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 10,58 juta atau meningkat 5,38 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada semester pertama 2026, sektor pariwisata juga menghasilkan devisa sebesar 8,43 miliar dolar AS atau setara dengan Rp140,95 triliun.
Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) hingga Agustus 2026 telah melampaui 840 juta perjalanan, tumbuh lebih dari 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan peran penting pariwisata domestik dalam menggerakkan aktivitas ekonomi, menciptakan peluang usaha, serta memperluas manfaat sektor pariwisata bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Kendati demikian, imbuh Widiyanti, pertumbuhan jumlah wisatawan perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas produk, pelayanan, dan pengalaman berwisata agar pariwisata Indonesia semakin kompetitif di tengah perubahan tren perjalanan global.
“Wisatawan saat ini semakin mengutamakan pengalaman yang unik, autentik, dan bermakna. Pergeseran preferensi tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk menghadirkan produk wisata yang memiliki karakter kuat, mengedepankan keberlanjutan, serta mencerminkan kekayaan alam dan budaya Nusantara,” katanya.
Indonesia memiliki beragam potensi unggulan yang dapat menjawab kebutuhan tersebut, mulai dari wisata alam, budaya, kebugaran (wellness tourism), gastronomi, hingga wisata bahari. Keragaman produk tersebut menjadi modal penting untuk menjangkau segmen wisatawan yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai tambah dari setiap kunjungan.
Harapannya, ajang WITF 2026 bisa terus berkembang menjadi salah satu platform strategis yang menghubungkan industri pariwisata Indonesia dengan pasar domestik dan internasional, sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing destinasi serta produk wisata nasional.
“Tujuan kita bukanlah sekadar mendatangkan lebih banyak turis ke Indonesia, melainkan memadukan penawaran pariwisata Indonesia dengan pasar yang tepat, memberikan pengalaman pariwisata yang lebih baik, serta meningkatkan nilai ekonomi yang dihasilkan dari setiap kunjungan. Yang juga penting, kita ingin nilai tersebut menjangkau lebih banyak orang, mulai dari pelaku usaha pariwisata, UMKM, pekerja, hingga masyarakat di seluruh Indonesia,” pungkas Widiyanti. (Y. Hanafi)





