“Sebanyak 43 perahu hasil kreativitas petugas penanganan sampah badan air ditampilkan dalam festival tersebut sebagai upaya mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan,” kata Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto di Jakarta, Minggu.
Dia mengatakan festival tersebut merupakan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengurangan dan pengelolaan sampah sejak dari rumah.
Menurut dia, Festival Perahu Cilung bukan sekadar ajang unjuk kreativitas, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk mengingatkan masyarakat bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
“Kegiatan cinta lingkungan ini harus menjadi kebiasaan rutin kita. Melalui festival ini, kita ingin menggugah dan meningkatkan semangat masyarakat bahwa mencintai lingkungan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujar Uus.
Dia menilai persoalan sampah masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Maka dari itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah melalui penerapan pola pilah, angkut, dan olah, sebagaimana tertuang dalam Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026.
Uus menuturkan pemilahan sampah harus menjadi kebiasaan dan tanggung jawab bersama.
“Semua harus mulai mengurangi sampah dari rumah, memilah dengan benar, dan memastikan sampah tidak mencemari lingkungan, terutama sungai dan danau,” tutur Uus.
Lebih lanjut, dia menyebutkan kehadiran 43 perahu hias dalam festival tersebut membuktikan barang bekas dapat dimanfaatkan kembali menjadi karya yang menarik dan memiliki nilai edukasi.
Namun, kata dia, banyaknya sampah yang ditemukan di badan air juga menjadi pengingat bahwa kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan masih perlu ditingkatkan.
Uus pun berharap Festival Perahu Cilung 2026 tidak hanya memberikan dampak selama kegiatan itu berlangsung, tetapi juga mampu membangun kebiasaan masyarakat untuk menjaga kebersihan Danau Sunter dan lingkungan sekitarnya secara berkelanjutan.
“Jangan hanya pada saat ada kegiatan atau perlombaan lingkungan terlihat bersih. Kita ingin kebersihan ini terus terjaga setiap hari sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkap Uus. (ant)





