MATARAM (kabarpublik.id) – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nusa Tenggara Barat (NTB), Sinta Agathia Soedjoko, menilai penyelenggaraan MotoGP Mandalika menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada wisatawan mancanegara.
Menurut Sinta, ajang balap motor internasional tersebut tidak hanya memberikan dampak terhadap sektor pariwisata dan ekonomi, tetapi juga membuka ruang promosi budaya NTB di tingkat global.
“Kami sangat percaya setiap kesempatan adalah momen di mana kami bisa memperkenalkan banyak hal, kekayaan-kekayaan NTB termasuk budaya yang saat ini dipamerkan bersamaan dengan ajang MotoGP,” ujar Sinta dalam keterangannya di Mataram, Minggu (11/10/2026).
Salah satu upaya memperkenalkan budaya lokal dilakukan melalui pameran artefak yang diselenggarakan Museum NTB di kawasan Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah.
Pameran tersebut memberikan kesempatan kepada pengunjung, termasuk wisatawan asing, untuk mengenal sejarah, tradisi, dan filosofi budaya masyarakat NTB.
Sinta mengatakan, kekayaan budaya menjadi daya tarik tambahan bagi Mandalika yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata olahraga atau sport tourism unggulan Indonesia.
Museum NTB Angkat Filosofi Sekardiu
Dalam pameran bertajuk Speed, Energy, and Connection, Museum NTB mengangkat kisah Sekardiu, hewan mitologi dalam tradisi wayang Sasak.
Tema tersebut dipilih karena memiliki keterkaitan dengan karakter MotoGP yang mengedepankan kecepatan, energi, dan kekuatan.
Sinta menjelaskan, kisah Sekardiu mengandung nilai filosofis yang masih relevan dengan kehidupan modern. Melalui pendekatan tersebut, pengunjung diharapkan lebih tertarik mempelajari warisan budaya masyarakat Sasak.
“Kita bisa tarik filosofi dari mitologi kuda Sekardiu yang sangat related dengan MotoGP karena terkait dengan kecepatan, energi, dan hubungan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam menjelaskan bahwa pameran tersebut dirancang untuk mempertemukan unsur budaya tradisional dengan olahraga balap motor modern.
Dalam cerita wayang Sasak, Sekardiu digambarkan sebagai hewan mitologi yang menjadi kendaraan Jayengrana dalam perjalanan mencari pengetahuan dan kebahagiaan tertinggi.
“Sekardiu adalah kendaraan dari Jayengrana, hewan mitologi yang memiliki keterkaitan dengan kecepatan dan kekuatan,” ujar Ahmad.
Menurutnya, filosofi Sekardiu memiliki kesamaan dengan semangat kompetisi MotoGP, terutama dalam hal kecepatan dan kekuatan.
Namun, di balik kisah tersebut, terdapat nilai budaya yang penting untuk diperkenalkan dan diwariskan kepada generasi muda.
Pameran Budaya NTB Tarik Wisatawan Asing
Pameran budaya yang berlangsung bersamaan dengan MotoGP Mandalika mendapat perhatian pengunjung dari dalam dan luar negeri.
Museum NTB mencatat sejumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi pameran berasal dari Australia, Prancis, Belanda, dan Spanyol.
Kehadiran wisatawan asing tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas pengenalan budaya Sasak sekaligus memperkuat citra NTB sebagai daerah yang memiliki kekayaan tradisi dan sejarah.
Melalui pameran ini, penyelenggaraan MotoGP Mandalika diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga internasional, tetapi juga sarana diplomasi budaya yang mampu meningkatkan daya tarik pariwisata NTB.





