News Update
Live Update Berita Terkini

Ratusan Penari akan Ikut Tari kolosal Gandrung Sewu

Selasa, 13 Okt 2026
Editor: Jamalul Insan
Penari Gandrung mementaskan tarian kolosal pada Festival Gandrung Sewu 2025 di Pantai Marina Boom Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (25/10/2025). Gelaran Gandrung Sewu yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) tersebut melibatkan 1.300 penari dengan mengangkat tema Selendang Sang Gandrung yang bermakna tentang warisan budaya, cinta kasih dan perjuangan masyarakat Osing dalam pelestarian tradisi. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/sgd
Dengarkan dgn suara Siap
5.8K pembaca
BANYUWANGI  (Kabarpublik.id) – Agenda tari kolosal Gandrung Sewu 2026 yang akan digelar di Pantai Marina Boom Banyuwangi, Jawa Timur, pada Sabtu (24/10) malam juga diikuti ratusan penari dari berbagai daerah di Indonesia.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Senin, menyampaikan bahwa pada tahun ini sebanyak 1.300 penari akan tampil dalam panggung Gandrung Sewu, dan 200 peserta di antaranya berasal dari luar daerah.

“Mereka datang dari Jakarta, Palembang, Bali, Malang, Batu,Blitar, Kediri, Pasuruan dan sejumlah daerah lainnya,” katanya.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

Keterangan foto: Poster peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

Ipuk mengaku bersyukur di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, kesenian lokal Banyuwangi tetap terjaga dan mendapatkan tempat di hati generasi muda.

“Tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami, gandrung masih hidup di hati generasi muda, dan mereka tidak sekadar mengenal, tapi juga bangga mengenakan kostum dan belajar menari gandrung,” ujarnya.

Menurut Ipuk, hal itu sekaligus menjadi bukti bahwa tradisi Banyuwangi mampu beradaptasi dan berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan jati dirinya.

Pada pergelaran tari kolosal itu tahun ini, lanjutnya, Gandrung Sewu 2026 mendapat dukungan penuh dari InJourney, holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata.

Ipuk menyampaikan, kolaborasi tersebut menghadirkan konsep baru dengan pergelaran pada malam hari, dengan tetap mempertahankan esensi dan nilai budaya yang menjadi ruh utama pertunjukan.

Para penari yang terlibat, katanya, akan menggunakan elemen fosfor yang dipadukan dengan tata cahaya, sehingga menghadirkan efek visual yang berbeda dalam suasana malam.

“Ini bukan sekadar perubahan waktu pelaksanaan, tetapi kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda kepada penonton dan wisatawan,” kata Ipuk.

No More Posts Available.

No more pages to load.