Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Senin, menyampaikan bahwa pada tahun ini sebanyak 1.300 penari akan tampil dalam panggung Gandrung Sewu, dan 200 peserta di antaranya berasal dari luar daerah.
“Mereka datang dari Jakarta, Palembang, Bali, Malang, Batu,Blitar, Kediri, Pasuruan dan sejumlah daerah lainnya,” katanya.
Ipuk mengaku bersyukur di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, kesenian lokal Banyuwangi tetap terjaga dan mendapatkan tempat di hati generasi muda.
“Tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami, gandrung masih hidup di hati generasi muda, dan mereka tidak sekadar mengenal, tapi juga bangga mengenakan kostum dan belajar menari gandrung,” ujarnya.
Menurut Ipuk, hal itu sekaligus menjadi bukti bahwa tradisi Banyuwangi mampu beradaptasi dan berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan jati dirinya.
Pada pergelaran tari kolosal itu tahun ini, lanjutnya, Gandrung Sewu 2026 mendapat dukungan penuh dari InJourney, holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata.
Ipuk menyampaikan, kolaborasi tersebut menghadirkan konsep baru dengan pergelaran pada malam hari, dengan tetap mempertahankan esensi dan nilai budaya yang menjadi ruh utama pertunjukan.
Para penari yang terlibat, katanya, akan menggunakan elemen fosfor yang dipadukan dengan tata cahaya, sehingga menghadirkan efek visual yang berbeda dalam suasana malam.
“Ini bukan sekadar perubahan waktu pelaksanaan, tetapi kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda kepada penonton dan wisatawan,” kata Ipuk.





