Kick Off Intervensi Serentak Pencegahan Stunting Tingkat Provinsi Gorontalo

BERITA, DAERAH, GORONTALO124 Dilihat

GORONTALO [kabarpublik.id] – Posyandu Sabar Menanti I, yang terletak di Desa Huidu Utara, Kecamatan Limboto Barat, menjadi tuan rumah pelaksanaan Kick Off Intervensi Serentak Pencegahan Stunting Tingkat Provinsi Gorontalo pada Senin (03/06/2024). Posyandu ini dipilih karena prestasinya sebagai salah satu Posyandu terbaik di tingkat nasional.

Berbagai layanan kesehatan diselenggarakan di tempat ini, termasuk Posyandu remaja, layanan ibu hamil, layanan bayi balita, layanan KIA Produktif, IVA Test, pelayanan untuk lansia, donor darah, dan layanan kesehatan lainnya.

Acara tersebut dihadiri oleh Penjabat Gubernur Rudy Salahuddin, Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo, Ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo Prof. Fory Naway, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo beserta jajarannya, serta pejabat pemerintah kecamatan dan desa serta pimpinan OPD terkait.

Dalam sambutannya, Bupati Nelson menyambut hangat kedatangan Gubernur Rudy dan mengharapkan agar gubernur juga mengunjungi desa-desa lain di Kabupaten Gorontalo.

Nelson menekankan pentingnya kesehatan sebagai faktor utama dalam mewujudkan sumber daya manusia yang tangguh dan produktif.

Ia juga melaporkan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Gorontalo meningkat menjadi 34.7% pada tahun 2023, menunjukkan perlunya kerja keras untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

“Kabupaten Gorontalo telah melaksanakan berbagai intervensi baik spesifik maupun sensitif, namun masih perlu ditingkatkan dengan kolaborasi yang lebih harmonis, spesifik, dan tepat sasaran,” ujar Bupati Nelson.

Dalam surat Kementerian Dalam Negeri Nomor 400.5.3/3161/Bangda tertanggal 13 Mei 2024, ditegaskan perlunya intervensi serentak pencegahan stunting melalui pendataan, penimbangan, pengukuran, edukasi, dan intervensi bagi seluruh ibu hamil, bayi balita, dan calon pengantin secara berkelanjutan.

Nelson menyatakan bahwa tujuan utama dari pelaksanaan ini adalah untuk mendeteksi dini masalah gizi, memberikan edukasi pencegahan stunting, serta melakukan intervensi segera bagi yang bermasalah gizi.

“Kami telah membuat rencana aksi untuk intervensi pencegahan stunting pada tahun 2024. Pelayanan di 433 posyandu terus diperbaiki dengan konvergensi lintas program dan lintas sektor. Semoga dengan niat baik ini, Kabupaten Gorontalo dapat melahirkan generasi sehat, cerdas, produktif, dan berprestasi menuju Gorontalo emas 2045,” tambah Nelson.

Pj. Gubernur Rudy menekankan sepuluh poin penting agar pencegahan stunting dapat sukses.

Ia juga menekankan pentingnya pencegahan dari hulu dengan memastikan semua calon pengantin, ibu hamil, dan balita terdata di posyandu terdekat dan mendapatkan pendampingan dari tenaga kesehatan maupun kader.

“Pastikan pemberian makanan berbasis pangan lokal diterima oleh seluruh ibu hamil dan balita yang bermasalah gizi. Penting juga untuk memastikan keterampilan tenaga kesehatan, akurasi alat ukur di semua posyandu, serta monitoring dan evaluasi dari hasil intervensi,” tegas Rudy.

Selain itu, Rudy juga menekankan pentingnya pembiayaan intervensi serentak dan biaya rujukan kasus yang ditemukan di posyandu ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar