Breaking News
Live Update Berita Terkini

Kemenkes Perketat Pengawasan Keamanan Pangan Program MBG

Kamis, 8 Jan 2026
Editor: Eky
Foto: Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Oktavianus saat berada di SMKN 1 Jakarta (8/1). (sumber: kemenkes.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
33.3K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencatat lonjakan signifikan dengan menjangkau 55,1 juta penerima manfaat setiap hari, jauh melampaui target awal sebanyak 6 juta orang. Seiring meluasnya cakupan program, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan komitmennya untuk memastikan mutu dan keamanan pangan tetap terjaga.

Wakil Menteri Kesehatan, dr. Benjamin Paulus Oktavianus, menyatakan bahwa peran utama Kemenkes dalam program MBG adalah melakukan pengawasan ketat, terutama terhadap standar keamanan dan kebersihan pangan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah.

“Kementerian Kesehatan memiliki tugas utama dalam aspek pengawasan,” kata dr. Benjamin saat konferensi pers di SMKN 1 Jakarta, Rabu (8/1).

Pengawasan dilakukan melalui sinergi dengan dinas kesehatan daerah yang bertanggung jawab memastikan seluruh tahapan pengolahan makanan, mulai dari persiapan hingga distribusi, sesuai dengan standar kesehatan. Salah satu instrumen penting dalam pengawasan tersebut adalah sertifikasi laik higienis dan layak konsumsi bagi dapur SPPG.

“Dapur yang memenuhi persyaratan akan diberikan sertifikat layak dimakan dan higienis,” jelas dr. Benjamin yang akrab disapa dr. Benny.

Hingga saat ini, sebanyak 4.535 dapur SPPG telah dinyatakan lulus sertifikasi. Penilaian dilakukan secara menyeluruh, mencakup kebersihan dapur, proses pengolahan makanan, hingga pemeriksaan laboratorium.

Kemenkes menegaskan bahwa sertifikasi tidak diberikan secara otomatis. Dapur yang belum memenuhi standar diwajibkan melakukan perbaikan sebelum dinyatakan layak beroperasi.

Melalui sistem pengawasan tersebut, Kemenkes memastikan jutaan penerima manfaat, mulai dari anak sekolah hingga ibu hamil, memperoleh makanan yang aman, sehat, dan bergizi. Menurut dr. Benny, capaian 55,1 juta penerima manfaat merupakan langkah besar menuju target nasional MBG sebanyak 82 juta orang.

“Dengan capaian 55,1 juta penerima manfaat hari ini, baik anak sekolah maupun ibu hamil, ini merupakan progres luar biasa menuju target nasional 82 juta penerima MBG,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.