News Update
Live Update Berita Terkini

Filep Wamafma Jadi Koordinator APPTHI Wilayah Timur, Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan Hukum

Rabu, 14 Okt 2026
Editor: Eky
Dengarkan dgn suara Siap
4.6K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Rektor Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan (IHTP) Papua, Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum., dipercaya menjabat sebagai Koordinator Wilayah Timur Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia (APPTHI) periode 2026–2029.

Penunjukan tersebut merupakan bagian dari kepengurusan baru APPTHI yang terbentuk melalui Musyawarah Nasional (Munas) 2026 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, pada 27–29 Agustus 2026.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

Keterangan foto: Poster peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

Mengemban amanah tersebut, Filep berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan tinggi hukum, memperkuat kapasitas dosen, serta mendorong pengembangan riset dan publikasi ilmiah di kawasan timur Indonesia.

“Sebagai koordinator wilayah timur, saya bersama pengurus dari Flores, Sumbawa, Kupang hingga Sorong berkomitmen meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dosen dan mutu pendidikan hukum,” ujar Filep, Rabu (14/10/2026).

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan hukum harus diikuti penguatan penelitian dan publikasi ilmiah agar perguruan tinggi mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan hukum nasional.

Pendidikan Hukum di Indonesia Timur Hadapi Sejumlah Tantangan

Filep mengakui perguruan tinggi di wilayah timur Indonesia masih menghadapi berbagai kendala dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian.

Persoalan tersebut meliputi keterbatasan infrastruktur pendidikan, kekurangan tenaga pengajar, kesenjangan digital, hingga terbatasnya akses terhadap jurnal internasional dan teknologi pembelajaran.

Kondisi itu turut memengaruhi produktivitas penelitian dan jumlah publikasi ilmiah yang terindeks Science and Technology Index (SINTA).

“Pendidikan tinggi di wilayah timur Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari infrastruktur yang belum memadai, keterbatasan dosen, hingga kesenjangan digital dan akses informasi,” jelasnya.

Karena itu, Filep menilai APPTHI perlu mengambil peran strategis sebagai wadah kolaborasi antarperguruan tinggi untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut.

Salah satu langkah yang akan didorong adalah pembaruan kurikulum dan metode pembelajaran hukum agar selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan masyarakat.

Selain itu, APPTHI Wilayah Timur akan memperkuat kompetensi dosen melalui pelatihan, kegiatan akademik, dan kerja sama penelitian.

Dorong Kolaborasi Riset Nasional dan Internasional

Filep menegaskan bahwa penguatan riset menjadi salah satu prioritas kepengurusannya.

Kerja sama penelitian akan dikembangkan dengan melibatkan akademisi dan perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk memperluas jaringan akademik, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, serta menghasilkan penelitian hukum yang relevan dengan persoalan masyarakat.

“Kami akan mendorong kolaborasi riset antar akademisi dan institusi pendidikan, baik nasional maupun internasional, agar hasil penelitian semakin berkualitas, relevan, dan memberikan dampak luas,” kata Filep yang akrab disapa Pace Jas Merah.

Ia berharap kerja sama lintas perguruan tinggi dapat mempertemukan berbagai keahlian dan sumber daya sehingga mampu menghasilkan penelitian yang lebih komprehensif.

Di sisi lain, APPTHI juga diharapkan memperkuat kemitraan dengan pemerintah dan lembaga penegak hukum.

Kemitraan tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan kebijakan hukum nasional sekaligus meningkatkan peran perguruan tinggi dalam memberikan pelayanan dan pendampingan hukum kepada masyarakat.

Kepengurusan APPTHI Periode 2026–2029

APPTHI merupakan organisasi yang menghimpun pimpinan perguruan tinggi hukum di Indonesia. Organisasi ini berdiri pada 2015 dengan legalitas AHU-0000958.AH.01.07/2015.

Saat ini, APPTHI memiliki lebih dari 150 perguruan tinggi swasta sebagai anggota yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Organisasi tersebut berfokus pada peningkatan mutu pendidikan hukum, pengembangan penelitian dan publikasi ilmiah, penguatan kerja sama kelembagaan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Dalam Munas APPTHI 2026, Prof. Iwan Satriawan, S.H., M.C.L., Ph.D., terpilih sebagai Ketua Umum periode 2026–2029, menggantikan Edy Lisdiyono.

Sementara itu, jabatan Sekretaris Jenderal dipercayakan kepada Dr. Isnawati, S.H., M.H., dari Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda.

Munas tersebut mengusung tema “Peran APPTHI melalui Penguatan Tata Kelola Pendidikan Tinggi Hukum Guna Mewujudkan Keunggulan”.

Selain memilih kepengurusan baru, forum tersebut membahas evaluasi organisasi, penyusunan program kerja, penguatan tata kelola pendidikan, akreditasi, serta peningkatan kolaborasi antarperguruan tinggi hukum.

Susunan Pengurus APPTHI Wilayah Timur

Dalam menjalankan tugasnya sebagai Koordinator APPTHI Wilayah Timur, Filep Wamafma didampingi Dr. Siti Syahida Nuraini dari Universitas Muhammadiyah Kupang sebagai sekretaris koordinator.

Adapun jajaran anggota kepengurusan wilayah timur meliputi Dr. Cristina Bagenda, S.H., M.H., dari Universitas Flores; Dr. Lahmudin, S.H., M.H., dari Universitas Samawa Sumbawa; serta Dr. Alwiyah Sakti Rakia, S.H., M.H., dari Universitas Muhammadiyah Sorong.

Selain itu, terdapat Dr. Vincent, S.H., M.H., dan Finsensius Samara, S.H., M.Hum., dari Universitas Widya Mandiri Kupang.

Melalui kepengurusan tersebut, Filep berharap APPTHI Wilayah Timur mampu memperkuat sinergi antarperguruan tinggi, memperluas akses pendidikan hukum berkualitas, serta meningkatkan kontribusi akademisi dalam pembangunan hukum di Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.