News Update
Live Update Berita Terkini

Senator Mirah Dorong MotoGP Mandalika Berkelanjutan, Prioritaskan Ekonomi dan SDM Lokal

Selasa, 13 Okt 2026
Editor: Eky
Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Mirah Midadan Fahmid. (DPD RI-kabarpublik.id)
Dengarkan dgn suara Siap
7.8K pembaca

MATARAM (kabarpublik.id) – Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Mirah Midadan Fahmid, mendorong keberlanjutan penyelenggaraan MotoGP Mandalika agar memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat. Selain meningkatkan pendapatan daerah, ajang balap motor internasional tersebut dinilai harus mampu menciptakan lapangan kerja dan memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.

Mirah mengatakan, MotoGP Mandalika memiliki potensi besar sebagai penggerak perekonomian NTB. Pada 2026, dampak ekonomi ajang tersebut diperkirakan mencapai Rp5 triliun.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

Keterangan foto: Poster peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

Menurutnya, keberhasilan MotoGP tidak cukup diukur dari jumlah penonton maupun perputaran uang selama tiga hari penyelenggaraan. Manfaatnya harus terus dirasakan masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta tenaga kerja lokal.

“MotoGP Mandalika harus menjadi investasi jangka panjang bagi NTB. Kita tidak hanya berbicara tentang jumlah penonton atau besarnya perputaran uang selama penyelenggaraan, tetapi juga bagaimana event ini membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kapasitas masyarakat lokal,” ujar Mirah dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).

Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika Capai Triliunan Rupiah

Mirah menjelaskan, kajian dampak ekonomi MotoGP Mandalika 2025 memperkirakan kontribusi terhadap perekonomian nasional mencapai Rp4,96 triliun.

Ajang tersebut mencatat 140.324 penonton dengan tingkat hunian hotel rata-rata mencapai 93 persen di Pulau Lombok.

Menurut Mirah, angka tersebut memperlihatkan besarnya potensi MotoGP dalam menggerakkan sektor pariwisata, transportasi, akomodasi, perdagangan, dan ekonomi kreatif.

Meski demikian, ia mengingatkan agar manfaat ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di kawasan Mandalika, tetapi juga menjangkau berbagai wilayah di NTB.

Pemerintah daerah didorong memperkuat keterhubungan sektor pariwisata dengan pertanian, perikanan, kuliner, kerajinan, serta destinasi wisata lainnya.

UMKM Harus Naik Kelas Setelah MotoGP

Mirah juga menyoroti keterlibatan ratusan UMKM dalam berbagai kegiatan pendukung MotoGP Mandalika 2026.

Sebanyak 500 UMKM dari 10 kabupaten/kota di NTB berpartisipasi dalam Lombok Sumbawa Festival 2026. Sementara itu, 134 UMKM turut meramaikan Bazar Mandalika.

Menurutnya, keterlibatan tersebut menjadi peluang bagi produk lokal untuk memperluas pasar, termasuk menjangkau wisatawan mancanegara.

Namun, peningkatan jumlah UMKM yang berpartisipasi harus diikuti evaluasi terhadap omzet, keuntungan, akses pasar, dan keberlanjutan usaha.

“UMKM jangan hanya ramai berjualan saat MotoGP. Kita ingin mereka mendapatkan pelanggan baru, meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kemasan, memperluas pemasaran digital, dan mampu bersaing setelah event selesai,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah menyiapkan program pendampingan agar pelaku UMKM mampu mempertahankan pertumbuhan usaha setelah kegiatan internasional tersebut berakhir.

Ribuan Tenaga Kerja Lokal Terlibat dalam MotoGP

Selain dampak ekonomi, Mirah menilai MotoGP Mandalika berperan penting dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal.

Sekitar 2.500 anak muda NTB terlibat sebagai marshal dan relawan dalam penyelenggaraan MotoGP 2026.

Pengalaman bekerja dalam ajang internasional dinilai dapat meningkatkan keterampilan, kedisiplinan, kemampuan komunikasi, serta profesionalisme tenaga kerja daerah.

Mirah juga mengapresiasi pemberian perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada 2.500 marshal dan relawan yang mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) serta Jaminan Kematian (JKM).

Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga kerja harus berjalan seiring dengan penerapan standar keselamatan dan perlindungan kerja.

Ia turut menyoroti keberhasilan tim medis lokal memperoleh sertifikasi Super License dari Dorna Sports sebagai bukti kemampuan tenaga profesional NTB memenuhi standar internasional.

“Ini menunjukkan bahwa anak-anak daerah mampu mengambil peran penting dalam event kelas dunia. Tantangan berikutnya adalah memastikan keterampilan dan standar kerja tersebut terus diterapkan dalam pelayanan publik dan membuka peluang karier bagi generasi muda,” jelasnya.

Minta Evaluasi Menyeluruh Penyelenggaraan MotoGP

Untuk menjamin keberlanjutan MotoGP Mandalika, Mirah meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap biaya penyelenggaraan, manfaat ekonomi, kesiapan infrastruktur, serta dampaknya bagi masyarakat.

Evaluasi tersebut diperlukan agar penyelenggaraan MotoGP pada tahun-tahun mendatang semakin efektif dan memberikan manfaat yang merata.

“Keberlanjutan MotoGP perlu ditopang perencanaan yang terukur dan manfaat yang nyata. Pemerintah harus memastikan masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama dalam pertumbuhan ekonomi yang tercipta,” tegasnya.

Mirah berharap MotoGP Mandalika terus memperkuat posisi NTB sebagai destinasi pariwisata internasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Target akhirnya bukan sekadar sukses menyelenggarakan balapan setiap tahun, melainkan menjadikan MotoGP sebagai momentum agar masyarakat NTB semakin sejahtera, UMKM naik kelas, dan tenaga kerja lokal semakin kompetitif,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.